No comments yet

Menjawab Kebutuhan

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yohanes 21:24-25).

ADA iklan sebuah bank yang berbunyi demikian, “Bank…Menjawab kebutuhan Umat”. Iklan itu menarik perhatian. Ini menjadi tantangan bagi setiap hamba Tuhan dan Kristiani pada umumnya. Karena lewat hiudp kita terkadang  kesaksian hiudp kita  tidak menjawab kebutuhan umat.

Ada pengkotbah yang hanya asyik bercerita tentang bagaimana Tuhan menolong dia. Dari tidak punya apa-apa, sampai punya ini dan itu. Sehingga terkesan, seperti pembacaan daftar kekayaan pribadi. Wah… kalau petugas pajak saat itu hadir, tentu sangat menarik sekali untuk mencatat dan membuatkan daftar tagihan pajaknya.

Ada juga pengkotbah yang kotbahnya cukup komedian/ ‘lucu.’ Sehingga dari awal sampai habis, jemaat terpingkal-pingkal. Inti pemberitaan Firman Tuhan mulai bias. Jemaat hanya mengingat ilustrasi kotbah daripada inti berita kotbahnya.  Ironisnya, ada oknum  pengkotbah yang sengaja mengentertain jemaat dengan cara seperti itu.

Ada lagi pendeta yang setiap minggu kotbahnya hanya bercerita tentang target-target Gereja. Sehingga lupa, bahwa jemaat juga punya kebutuhan dan masalah. Mereka juga butuh mendapatkan jawaban dan kepastian atas masalah hidupnya sehari-hari.

Lalu bagaimana dengan kesaksian hidup dan pelayanana kita, apakah sudah menjawab kebutuhan umat? Ini menjadi tantang bagi kita untuk makin bertekun dan setia melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh bagi kemuliaanNya. (rhb)

Menjawab kebutuhan umat dalam pemberitaan Firman Tuhan jauh lebih penting daripada menjawab keingintahuan mereka.

 

Post a comment