Comments are off for this post

Nikmati Hidup BersamaNya

“Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Ini pun sia-sia.” (Pengkhotbah 2: 22-23)

Raja Salomo adalah orang paling bijaksana yang pernah hidup (1 Raja-raja 3:12), dan ia juga diberkati dengan kekayaan dan kekuatan. Belajar dan menjelajahi adalah gairahnya, dan Pengkhotbah 2 memberi tahu kita bahwa dia menikmati kesenangan dunia. Jadi kita mungkin berharap dia puas, tetapi kepuasan yang dicari Salomo menghindarinya.

Raja juga berusaha menemukan kepuasan melalui pencapaian pribadi. Dia berhasil membangun rumah, memperbaiki lingkungan dengan kebun dan taman, dan melaksanakan proyek irigasi yang luas (Pkh. 2: 4-6). Meskipun ia tampaknya memiliki segala yang diperlukan untuk menikmati hidup, Salomo menganggap semua itu tidak ada gunanya.

Catatan hidup Salomo tentu mengingatkan sesuatu kepada kita. Dunia memiliki banyak orang yang berpendidikan dan sukses, tetapi ketidakpuasan terhadap kehidupan telah mewarnai sebagian hidup mereka. Terlebih saat ini begitu banyak orang yang hanya memiliki hasrat mengejar kesenangan duniawi. Ironisnya, kurangnya pengendalian diri terhadap hal tersebut menyebabkan banyak jiwa yang hancur dan kehilangan arti hidup.

Salomo memiliki hikmat dan sumber daya untuk mencapai apa pun yang diinginkannya, tetapi tidak ada yang membawa kepuasan abadi — kecuali Tuhan. Kenikmatan sejati datang ketika kita menyejajarkan diri dengan kehendak-Nya. Cara lain tidak ada artinya.[rhb]

 

 

 

Comments are closed.