Comments are off for this post

JANGAN JADI KRISTIANI YANG LAYU

Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa (Yohanes 15:5)

Seseorang tentunya senang tatkala menerima buket bunga segar.  Meski awalnya tampak segar dan indah, bunga itu takkan tahan lama. Karena telah dipotong dari sumber kehidupannya, bunga-bunga itu akan segera layu dan mati, dan beberapa hari kemudian saya akan membuangnya.

Penulis Lloyd Ogilvie melihat bahwa hal ini adalah gambaran orang kristiani yang vitalitas rohaninya telah memudar dan layu. Orang itu sudah menjadi “orang kristiani bak bunga yang layu.” Yesus menggunakan ilustrasi serupa tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya untuk melukiskan hubungan kita dengan-Nya. Dia menjelaskan bahwa seperti halnya ranting tak dapat berbuah dengan sendirinya, demikian pula kita tak dapat berbuah secara rohani jika tidak tinggal di dalam Dia, pokok anggur sejati (Yohanes 15:4).

Jika sebuah ranting dapat berbicara, ia tidak akan menyesal karena harus bergantung pada pokok anggur agar menghasilkan buah. Sebaliknya ia akan berkata, “Untuk itulah aku diciptakan!” Yesus tahu kita diciptakan untuk bergantung kepada-Nya. Kita tidak perlu minta maaf kepada sumber kehidupan kita! Sebenarnya, ketergantungan itu merupakan satu-satunya cara supaya kita tidak menjadi “orang kristiani yang layu.”

Marilah kita pegang pernyataan-Nya, “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yohanes 15:5). Tatkala bergantung kepada-Nya, kita akan berbuah banyak, dan untuk itulah kita diciptakan –rhb

 

Comments are closed.