Comments are off for this post

PANJANG UMUR

“Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu” (Amsal 3:8)

Tomoji Tanabe, warga  Jepang  dinobatkan Guinness World Records sebagai laki-laki  tertua, meninggal dunia pada 2009 dalam usia 113 tahun. Ia pernah berkata,  dirinya pantang minum alkohol, tidak merokok, dan selalu minum  segelas susu setiap hari. Ketika ditanya berapa lama ia ingin hidup,  mantan pegawai negeri itu menjawab, “Saya tidak ingin mati.” Pada  2007 Tanabe bertemu dengan walikota untuk menerima sertifikat dari  Guinness.  Namun sertifikat itu tak menjaminnya tetap hidup, sebab dua tahun kemudian ia meninggal dunia dan belum mengenal Tuhan.

Adalah satu kewajaran kalau manusia ingin hidup lebih lama di dunia ini, karena itu berbagai cara dipakai untuk menjaga kesehatan tubuh agar berumur panjang. Mulai dari menjaga  dan mengatur pola makan, hingga menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga secara teratur.  Tetapi mau tidak mau suatu kelak semua orang harus diperhadapkan dengan kematian tubuh secara jasmani.

Dari uraian kalimat di atas, ada hal yang perlu kita renung lebih mendalam. Sebenarnya  dalam hidup ini, yang terpenting bukan seberapa lama kita hidup didunia, tetapi seberapa banyak kita lakukan sesuatu sesuai dengan kehendak Tuhan.

Firman di dalam Kitab  Amsal menawarkan bukan sekedar resep panjang umur. Tetapi sebuah pencerahan yang luar biasa dalam mengarungi hidup. Firman itu menyatakan, “Jangan melupakan ajaran Tuhan dan memelihara perintah-Nya, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkan kepada kita” (ayat 1 dan 2).
Selama hidup di dunia, kita perlu sungguh-sungguh memperhatikan dan melakukan ajaranNya. Artinya,  kita harus menjadi pelaku firman yang nyata. Hal itu akan membuat kita panjang umur, yaitu beroleh hidup yang kekal bersama  Tuhan.

Dengan menyimpan segala perintah dan ajaran Tuhan di dalam hati, niscaya hidup kita menjadi lebih tenang, penuh sukacita dan damai sejahtera.  Walau saat ini hidup kita penuh dengan tantangan dan pesoalan, kita tetap tenang dan bersukacita. Sebab kita tahu, bahwa Tuhan selalu menyertai dan pasti menolong kita. [aw/16]

Comments are closed.