Comments are off for this post

PEMELIHARAAN LEMBUT ALLAH

Engkau telah menilik sengsaraku, telah memerhatikan kesesakan jiwaku (Mazmur 31:8)

Ketika sedang berduka, C.S. Lewis mengamati para tetangganya berjalan menyeberang jalan untuk menghindarinya tatkala mereka melihatnya mendekat.

Daud pun mengalami dukacita ketika ia berkata, “Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku …. Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati” (Mazmur 31:12,13).

Mungkin Anda pun pernah dilupakan para sahabat ketika Anda sedang berduka. Mereka tidak menelepon, menulis surat, atau berjanji untuk mendoakan.

Namun, di saat-saat seperti itu kita dapat merasakan kelembutan Allah yang paling dalam. Ketika hari-hari terasa panjang dan sepi, serta tak seorang pun tampaknya peduli, Dia mencari kita dan menyelimuti kita dengan kasih setia-Nya. Kesedihan kita sama sekali tidak membebani-Nya, tetapi justru membuat-Nya menunjukkan belas kasih yang lembut. Dia mengetahui kesengsaraan jiwa kita (ayat 8). Dan Dia peduli. Karena itulah kita dapat menyerahkan nyawa kita ke dalam tangan-Nya (ayat 6), seperti yang dilakukan Tuhan Yesus ketika semua murid-Nya lari meninggalkan Dia.

Penyair Frank Graeff bertanya, “Apakah Yesus peduli ketika hati saya terluka begitu dalam sampai tidak bisa bergembira dan bernyanyi; ketika beban mengimpit, kesusahan melanda, dan perjalanan hidup terasa panjang dan meletihkan?”

Jawabnya? Ya! Dia mengundang kita untuk menyerahkan segala beban dan kesusahan kita kepada-Nya, karena Dia peduli kepada kita (1 Petrus 5:7).

Percayailah Allah untuk memelihara Anda hari ini –rhb

Comments are closed.