Comments are off for this post

Pentahbisan Berangkai Diaken Gereja Bethany Nginden dan Cabang Sekota

KALEIDOSKOP,BETHANY.OR.ID-Rangkaian Pentahbisan (peneguhan) para Diaken,  Diakones dan Usher Gereja Bethany Indonesia yang dilangsungkan sejak 18 Januari hingga Maret 2011 itu diawali  di Gereja Bethany Indonesia – Jemaat Yobel. Acaranya  bersamaan dengan ibadah doa malam, di mana seluruh diaken, diakones dan usher yang terlibat dalam pelayanan pada jemaat pada saat itu juga ditahbiskan oleh Pdt. Abraham Alex Tanuseputra.

Acara didahului dengan Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. DR. K.A.M. Jusufrony. Dalam kotbahnya, Pendeta tersebut menyatakan, bahwa untuk menjadi  diaken,  diakones atau usher,  bukan guna suatu kemegahan, melainkan sebagai tugas kepercayaan yang diberikan Allah Bapa kepada setiap orang. Terutama bagi para diaken, diakones serta  usher. Mereka menjadi orang pilihan Tuhan untuk melayani sesama. Sebab itu, apabila sudah diangkat untuk menjadi orang pilihan, maka hendaknya dapat memberikan teladan kepada semua orang.

Pada Rabu, 19 Januari,  pentahbisan para diaken, diakones dan usher berlanjut di Gereja Bethany Indonesia – Jemaat Citra Raya, Surabaya. Acara yang bertepatan dengan ibadah doa malam. Pada pentahbisan tersebut, Firman Tuhan juga disampaikan oleh Pdt. DR. K.A.M. Jusufrony dan dengan khitmad pentahbisannya juga oleh Pdt. Abraham Alex Tanuseputra.

Begitu pula pentahbisan dilanjutkan pada  Jumat,  21 Januari  di Gereja Bethany Indonesia – Jemaat Sukomanunggal,  Surabaya,
Giliran tiba bagi para diaken, diakones dan usher Bethany Indonesia – Nginden yang dilangsungkan 10 Februari.  Bedanya, acara itu diikuti juga oleh para diaken, diakones dan usher dari beberapa Cabang Sekota.   Cabang-cabang Sekota di Surabaya  yang turut bergabung pada acara itu adalah dari Gereja Bethany Indonesia – Jemaat Gunungsari, Tanjungsari, Kapasari dan Rungkut. Jadual terakhir acara Februari itu, pentahbisan  dilakukan terhadap lebih dari 300 pasang diaken-diakones dan usher Gereja Bethany Indonesia – Jemaat Manyar, Surabaya  yang dilakukan pada 17 Februari yang lalu.

Mengakhiri rangkaian pentahbisan di awal 2011 ini, menurut rencana akan dilakukan pada 2 Maret mendatang bagi diaken, diakones dan usher Gereja Bethany Indonesia – Juanda.

Yang menarik, pada setiap acara pentahbisan tersebut, senantiasa mereka yang ditahbiskan wajib  membaca Pengakuan Iman Rasuli dan Janji Diaken, Diakones dan Usher.

Sementara itu Pdt. Anthony Chang (Jakaeta),  pada pentahbisan di Graha Bthany Nginden menyampaikan pesan dari 2  Timotius 4:7, “…..– Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Ditegaskannya,  Firman Tuhan tersebut  mengingatkan kepada para Diaken dan Diakones juga  Usher, bahwa dalam melayani  itu tidak ada  hitung-hitungan dengan Tuhan, dan juga tidak mencari kepentingan diri sendiri atau untuk kesombongan. Teladan yang diberikan Rasul Paulus harus diikuti  sehingga bisa  membawa jemaat   bertekun dalam pengajaran, dan mengarahkannya  kepada Yesus Kristus.
(js/as/sgbi).