No comments yet

Penuh Risiko

“…..Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lainpun berkata demikian juga” (Matius 26:35).

Polycarp adalah salah seorang murid Rasul Yohanes dan pemimpin gereja mula-mula. Ia mati secara martir, ketika  menolak menyangkali Tuhannya. Dalam penganiayaan, iaIa sempat berakata,  “Delapan puluh enam tahun aku telah melayani-Nya, dan Ia tidak pernah berbuat salah kepadaku. Bagaimana aku dapat berbicara sesuatu yang jahat kepada Rajaku yang telah menyelamatkan aku?”

Berikut adalah  doa terakhirnya, sebagaimana dicatat Eusebius, seorang sejarawan. “Bapa dari Anak-Mu yang terkasih, Yesus Kristus, di mana kami menerima pengetahuan tentang Engkau. Aku memberkati-Mu sebab Engkau telah melayakkan aku pada hari dan jam ini untuk menjadi bagian dari jajaran para martir. Dan supaya aku diterima di hadapan-Mu pada hari ini sebagai persembahan yang berkenan, sebagaimana yang telah Engkau tetapkan dan nyatakan sebelumnya. Aku juga memuji-Mu untuk segalanya; aku memberkati-Mu; aku memuliakan-Mu, melalui Imam Besar Yesus Kristus, Anak-Mu yang terkasih, di mana melalui Dia, dengan Dia, dalam Roh Kudus, segala kemuliaan bagi-Mu sekarang dan pada masa yang akan datang. Amin.” Eusibus menambahkan, “Selesai mengucapkan “amin” dan mengakhiri doanya, algojo pun mulai menyalakan api.”

Mengikut Kristus itu ada risiko. Kalau Anda tidak mau menghadapi risiko ini, sebaiknya berpikir terlebih dahulu sebelum menjadi pengikut Kristus. Sebab Yesus sudah mengatakan bahwa dunia membenci-Nya dan para pengikut-Nya (Yoh. 15:28, 29). Apabila Anda mau membuka mata, kematian adalah risiko yang dapat diterima oleh para pengikut Yesus.

Mulanya Petrus gagal membuktikan dirinya sebagai pengikut Kristus sejati. Kata-katanya tidak lebih dari sebuah slogan kosong. “Tuhan, sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Beberapa jam kemudian ucapannya itu terbalik seratus delapan puluh derajat, sebab ia menyangkali Tuhannya.
Apakah Anda takut melihat konflik antar agama yang terjadi di negara kita? Kalau toh Tuhan mengizinkan kita masuk dalam aniaya, itu berarti kasih karunia. Tuhan akan memberikan kekuatan dan menyatakan kemuliaan-Nya kepada anak-anak-Nya yang teraniaya. Hanya saja, janganlah sekalipun kata penyangkalan itu terucap dari bibir kita. Tetap kuatkan hati dan iman.[rhb]

Para martir adalah mereka yang berjuang dengan iman yang diberikan Tuhan kepadanya.

Comments are closed.