No comments yet

Percaya

Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” “Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”   (Kejadian 15:6)

Manusia terbiasa baru percaya setelah melihat. Namun Tuhan seringkali mengajar kita tentang iman. Percaya walau belum melihat. Dan itulah kekuasaan Tuhan. Langit, bumi, dan segenap isinya ada karena Tuhan. Kita tidak bisa melihat Dia. Namun Dia ada. Demikian pula dengan mujizat yang dialami oleh dua orang buta yang mengikuti Yesus. Mereka berseru-seru pada Tuhan. Dan mereka pun mengalami mujizat karena percaya (Matius 9:27-31).

Seringkali kita berdoa kepada Tuhan, meminta pertolongan. Namun apakah dengan muatan percaya? Jujur saja, terkadang karena sudah menjadi “doktrin” seolah-olah doa hanya sebagai kewajiban belaka, ingin terlihat rohani, atau mungkin sekadar ungkapan hati, keluhan dan permohonan. Bukan dengan segenap rindu karena kita mengasihi Dia, namun lebih mengejar berkat katimbang pemberi berkat itu sendiri.

Sewaktu Abraham diberi janji oleh Tuhan, Ia tertawa menyangsikan janji Tuhan yang Ia dengar, yaitu menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Beranak cucu sangat banyak dan diberikan seluruh tanah Kanaan. Terlalu spektakuler pikirnya. Jangankan bangsa, seorang anak pun ia belum punya. Lagipula ia sudah berumur seratus tahun dan isterinya yang berusia sembilan puluh tahun pun sudah mati pucuk. Mustahil sekali. Namun Tuhan tidak berdusta. Dan rancanganNya tak pernah gagal.

Mujizat terjadi juga butuh andil dari kita, yaitu dengan percaya. Bukan kerugian bagi Tuhan jika kita meragukan kemampuanNya. Justru kitalah yang tidak akan memperoleh bagian dalam rencanaNya jika kita skeptic terhadap janji Tuhan. Mulai saat ini, biarlah apa yang kita serukan dan doakan dilandasi dengan iman percaya kita kepada Tuhan. Sebab bagian Tuhan adalah melakukan yang mustahil bagi kita dan untuk itulah kita seraya dapat menyaksikan keajaiban perbuatanNya. [ei/rhb]

 

 Jadilah kepadamu menurut imanmu.

 

Post a comment