Comments are off for this post

Peresmian Gereja Bethany Manado Oleh Gubernur Sulawesi Utara

KALEIDOSKOP, BETHANY.OR.ID – Setelah kurang lebih 7 tahun, akhirnya Graha Bethany diresmikan. Gedung yang berlantai dua yang merupakan bagian dari Gedung House of Love itu, sejak awal didesain sebagai ruang ibadah utama. Sampai dengan 13 Juni 2012, bangunan yang memiliki luas 2.360 M2 dan mampu menampung 5.000 orang itu menghabiskan dana sebesar Rp. 72 miliar. .

Acara peresmiannya pada 13 Juni 2012 lalu berlangsung meriah. Penuh dengan sukacita sebagai tanda ucapan syukur karena dengan pertolongan Tuhan selama pembangunannya, di mana slogan yang digunakan selama pembangunannya itu ialah “Only By His Grace” (Hanya oleh AnugrahNya), begitu pula kalimat yang digemakan pada acara pentahbisan gedung Graha Bethany.

peresmian manado
Dalam sambutannya, Gembala Sidang Gereja Bethany Wanea Plaza, Pdt.dr.Lenny Matoke Sp.S mengucap syukur kepada Tuhan yang memberikan sarana, agar nama Tuhan selalu dipuji. “Semua hanya oleh anugerah Tuhan saja, gedung ini akan menjadi gedung yang biasa saja jika Tuhan tidak hadir di dalamnya. Oleh karena itu, nama Tuhan selalu harus dipuji dari tempat ini”, tuturnya.

Acara peresmian siang itu, dihadiri juga oleh Gubernur Sulawesi Utara, Dr.SH Sarundajang beserta istri, Ketua Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia Pdt. Abraham Alex Tanuseputra, Ketua DPRD Sulawesi Utara Meiva Salindeho – Lintang, Kapolda Sulawesi Utara Brigjen Dicky Atotoy, Wakil Walikota Manado, Harley Mangindaan dan Ketua Bamag Manado, Pdt. Johan Manampiring. Juga sekitar 1000 orang Jemaat.

Gubernur Sulawesi Utara, Dr.SH Sarundajang, juga turut menyampaikan penghargaan terhadap pembangunan gereja ini. Menurutnya, banyak orang telah membantu pembangunan gereja ini. Secara khusus, Gubernur juga memuji kepemimpinan Pendeta Lenny Matoke yang sudah dikenalnya sejak dia menjabat sebagai Pejabat Gubernur Maluku. Diharapkannya, semua gereja bersatu dalam kasih. “Tanda orang Kristen yang patuh adalah saat kita dapat menunjukkan kasih kepada sesama” pesan Gubernur.

Kapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol. Dicky Atotoy juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan gedung Graha Bethany itu. ”Ini bagus untuk meningkatkan ketentraman dan ketertiban di Sulawesi Utara, karena dengan adanya gereja ini, semakin banyak masyarakat yang dibina”.
Sedangkan Ketua DPRD Sulawesi Utara Meiva Salindeho–Lintang mengatakan, pembangunan gereja ini merupakan berkat bagi Sulawesi Utara.

KKR-1 manadoAcara dilanjutkan pada malam harinya dengan Ibadah KKR yang dihadiri kurang lebih 4.000 jemaat. Ibadah KKR ini dilayani oleh Ketua Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia, Pdt. Abraham Alex Tanuseputra. Dalam ibadah itu, Pendeta itu menyampaikan kebenaran Firman yang terambil dalam Kej 22 : 1-19, tentang Ketaatan Abraham saat Tuhan meminta untuk mengorbankan anaknya, Ishak. Ada 3 point yang disampaikan dalam khotbahnya, yaitu Taat, Sabar & Berkorban, yang disimpulkan dalam satu kata “Setia”.

Dalam ibadah itu, Pdt. Abraham Alex Tanuseputra juga mengadakan pengurapan minyak bagi pekerja – pekerja gereja yang diikuti oleh jemaat.
Rangkaian acara yang bisa dikatakan cukup besar bagi masyarakat Manado khususnya dan Sulawesi Utara umumnya itu dapat disaksikan oleh masyarakat secara meluas, karena disiarkan secara langsung oleh Stasiun Televisi Lokal, Pacific TV di Manado. (bethany manado/as/wic)