Comments are off for this post

Pernikahan Kristen (Bagian 1)

Pernikahan adalah hubungan seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita. “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:24)

Konsep Pernikahan Kristen
Pernikahan Kristen adalah perjanjian yang bersifat permanen antara seorang laki-laki dan perempuan. Sifat-sifat pernikahan Kristen adalah: monogami, eksklusif (tidak ada tambahan lagi), dan tetap, sepanjang hidup seperti yang tertulis pada Markus 10:9, “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (lihat juga Roma 7:1).
Artinya, bagi setiap orang yang telah memasuki pernikahan itu artinya komitmen untuk melakukan perjanjian bersama pasangan hidupnya di hadapan Allah untuk memiliki pernikahan yang monogami, eksklusif dan permanen.

Pernikahan merupakan proses bersatunya seorang laki-laki dewasa dan perempuan dewasa yang siap untuk mengambil peran dan tanggung jawab sebagai seorang suami, ayah, istri dan ibu yang sesuai dengan kehendak Allah.

Harus diakui bahwa setiap orang akan memiliki ketidakdewasaannya masing-masing. Penekanannya adalah dalam memilih untuk menjadi dewasa dan berkomitmen untuk bertumbuh terus dalam kedewasaan.

Dalam hal ini peran terbesar orang tua terhadap anak adalah dalam menyiapkan anak tersebut untuk siap meninggalkan keluarga asal dan menjadi orang yang mandiri dan dewasa.

Dasar Alkitabiah
Manusia memiliki Citra Allah
Untuk mengerti rencana Allah dalam pernikahan, kita harus memulai dengan maksud Allah yang sesungguhnya terhadap umat manusia seperti yang terdapat dalam Kej. 1 dan Kej. 2.
Allah menciptakan manusia sesuai dengan citra-Nya, baik itu  pria atupun wanita.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:26-27).

Manusia adalah makhluk pribadi yang tidak seperti ciptaan lainnya. Kita memunyai kemampuan unik untuk berhubungan, baik dengan Allah atau dengan sesama.

Hubungan pernikahan adalah jenis hubungan yang paling intim di antara semua jenis hubungan antar manusia. Pernikahan mencakup suatu penyatuan yang misterius dari dua pribadi yang terpisah dengan suatu cara yang khusus, sehingga mereka menjadi satu.

Seorang suami dan istri berhubungan satu dengan yang lain melalui pengalaman-pengalaman yang lebih luas dan bermacam-macam jika dibandingkan dengan orang lain. Hubungan itu  menjadi istimewa karena terjadi dalam suatu batasan yang terbentuk dari suatu ikatan janji seumur hidup antara satu dengan yang lain.

Pernikahan meliputi jangka waktu dari awal tahun kedewasaan, usia menengah, usia tua dan kematian. Tidak ada hubungan lain yang berkembang seperti ini yaitu hubungan yang penuh dengan kenangan. Hubungan dengan teman dan rekan sekerja penting, namun tidak ada hubungan yang melebihi hubungan pernikahan dalam hal keintiman. (berbagai sumber/wic- bersambung)