No comments yet

Petrus Yang Perkasa

“Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara” (Kisah 2:37)

William Shakespeare dalam karangannya yang berjudul Hamlet menuliskan dialog antara Hamlet dengan Ophelia sebagai berikut:
Engkau boleh meragukan bahwa bintang-bintang itu api
Engkau boleh meragukan bahwa matahari itu bergerak
Engkau boleh meragukan bahwa kebenaran itu dusta
Tetapi, jangan sekali-kali engkau meragukan cintaku

Kata-kata ini kurang lebih sama dengan yang diucapkan Petrus kepada Yesus menjelang penyaliban Guru-Nya tersebut (Yoh. 13:36-38).

Oh sebenarnya Petrus begitu malu dengan penyangkalan ini. Orang-orang pasti ada menilainya pengecut, penghianat, atau barang kali ada yang agak nakal dengan menirukan suara ayam berkokok untuk mengejek Petrus.

Bukanlah Petrus kalau tidak selalu memiliki ide baru. Ia tak terlalu lama menyesali penyangkalannya itu. Ia segera mempunyai ide yakni kembali ke profesinya yang lama.  “Aku mau pergi menangkap ikan” (lihat Yohanes  21:3).  Kembali menangkap ikan adalah sikap yang paling praktis dan realistis. Sebab memang itulah keahliannya yang lama sebelum Tuhan Yesus hadir dalam kehidupannya. Menangis dan berkabung tetap tidak sanggup lagi mengubah keadaan atau  menghidupkan kembali Sang Guru.

Tetapi Yesus berkehendak lain. Yesus ingin Petrus tetap dalam panggilannya. Dan bukannya kebetulan jika Tuhan Yesus menemui Petrus di tepi pantai, dan menantang dia apakah dia mengasihi-Nya. Pertanyaan yang dilontarkan sampai tiga kali membuat Petrus terharu. Dan selama tiga kali pula ia menjawab dan taat kepada panggilannya.

Dan kegagalan yang pertama itu ia tidak mau ulangi lagi. Setelah mengalami kepenuhan Roh Kudus, ia menjadi pengkhotbah hebat yang sekali khotbahnya bisa mempertobatkan 3000 jiwa. Dan ia terus mengabarkan Injil sampai akhirnya mati sebagai martir dengan disalibkan kepala di bawah. (hi/rhb)

Kegagalan total terjadi ketika orang tersebut berhenti untuk mencoba.

 

Post a comment