No comments yet

Pimpinan Roh Kudus

“Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu” (Kisah 1:26).

MEMBUANG undi untuk mencari kehendak Tuhan sebenarnya merupakan cara lazim yang digunakan untuk mengetahui kehendak Allah di tengah ketidakhadiran scorang nabi pada zaman Perjanjian Lama. Membuang undi merupakan cara untuk mernbuat keputusan pada hari raya Pendamaian (Im. 16:8) dan membagi negeri (Yos. 18:10). Beberapa abad kemudian, ketika bangsa yang kembali dari pembuangan itu ingin mengetahui kehendak Allah, mereka masih menggunakan cara tersebut (Neh. 10:34, 11:1). Bahkan Salomo berkata, “Undian mengakhiri pertengkaran, dan menyelesaikan persoalan antara orang-orang berkuasa” (Ams. 18:18). Mungkinkah dadu-dadu itu benar-benar menunjukkan jawaban Tuhan? “Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal daripada TUHAN” (Ams. 16:33).

Untuk pemilihan pengganti Yudas, para murid Tuhan melakukan teknik “buang undi”. Legalkah cara seperti ini? Karena mereka belum menerima pencurahan Roh Kudus seperti yang dijanjikan, mereka lalu mengacu pada cara-cara Perjanjian Lama. Tidak ada yang salah dengan cara tersebut. Dan ini adalah cara terakhir yang tercatat di Alkitab. Selanjutnya Tuhan tidak berbicara lagi melalui dadu. Setelah Roh Kudus turun dengan “peresmiannya” di kamar loteng Yerusalem, maka sekarang Allah berbicara kepada umat-Nya melalui Roh Kudus.

Dan setelah kasus buang undi tersebut, maka selanjutnya petunjuk akan datang melalui Roh Kudus. Misalnya Roh Kudus yang berbicara kepada Petrus untuk sebuah keputusan yang harus diambil (Kis. 11:12), menunjukkan orang yang dipilih untuk melakukan tugas tertentu (Kis. 13:2), dan membawa umat pada persetujuan (Kis. 15:28 ). (hi/rhb)

Roh Kudus adalah Konsultan Agung bagi setiap petunjuk dalam hidup Anda.

 

Post a comment