they all love a thick rod.www.xxx-porn.center
No comments yet

Praktek Sinktretisme

“sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan” (Kisah 8:23).

MUNGKIN  ada di antara kita ada yang belum  mendengar istilah ‘sinkretisme’. Secara singkat, sinkretisme adalah usaha penyatuan dan mencampuradukkan berbagai-bagai faham agama/keyakinan dengan kecenderungan untuk mengkompromikan masing-masing faham tersebut.

Injil sendiri merupakan terjemahan dari bahasanya Yunani: evangelion, yang artinya kabar baik. Ini adalah berita baik tentang Yesus Kristus. Dan hanya Injil Yesus inilah yang satu-satunya menjadi kekuatan Allah untuk menyelamatkan manusia (Rm. 1:16). Namun ada saja paham yang mencoba mencampuradukkan konsep keselamatan ini dengan paham-paham lain, termasuk berbagai adat istiadat. Dan itulah yang disebut dengan sinkretisme.

Tuhan Yesus menyinggung hal tersebut  ketika Ia berkata, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” (Mrk. 7:6-8).

Contoh yang jelas tentang sinkretisme adalah kisah mengenai Simon dalam bacaan ayat hari ini. Filipus ketika itu mengabarkan “Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus” (Kis. 8:12). Namun seorang tukang sihir bernama Simon mengajarkan “Kuasa Besar” (Kis. 8:10). Meskipun setelah itu ia percaya kepada Injil Yesus. Tetapi masalahnya, ia masih berpandangan sinkretistik dimana konsepnya mengenai Injil masih dicampuradukkan dengan konsepnya mengenai Kuasa Besar.  Saat ia ingin membeli kuasa Roh Kudus, hal itu membuat marah Petrus dan Yohanes sehingga ia ditengking (Kis. 8:20).

Pengalaman serupa juga kerap kali dialami oleh Paulus. Ia sering menghadapi jerat-jerat sinkretisme seperti misalnya di Atena dimana ia menghadapi penyembah berhala dan golongan Epikuri yang bercirikan rasionalisme dan Stoa yang bercirikan mistisisme (Kis. 17:16-34), dan di Efesus ada godaan penyembahan dewi Artemis (Kis. 19:21-40). Dalam suratnya pada jemaat di Kolose, Rasul Paulus mengatakan: “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus” (Kol. 2:8). (hi/rhb)

Jangan menempatkan paham atau isme dalam hatimu yang dapat menimbulkan kecemburuan-Nya.

Comments are closed.