No comments yet

Prioritaskan Dengan Benar

“Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia” (Kisah 5:29).

KATA”prioritas” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti “yang didahulukan dan diutamakan dari pada yang lain”. Setelah kita bertobat dan masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka kita harus bisa menempatkan prioritas dengan benar di dalam kehidupan kita. Allah sendiri yang mengajarkan kepada kita tentang prioritas itu: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel. 20:3). Ayat ini secara jelas mencerminkan bagaimana Allah menuntut prioritas manusia hanya kepada-Nya dan tidak kepada siapapun di luar diri-Nya.

Apa yang harus Anda pahami mengenai prioritas?

·Prioritas kepada Allah menuntut keberanian dan pengorbanan. Hal itu pula yang dilakukan oleh wanita yang mengurapi kaki Yesus (Yoh. 12:3). Untuk memperoleh pengampunan ia harus melawan tata krama dan adat isitiadat yang melarang wanita bergaul dengan pria di tempat umum.

·Prioritas kepada Allah bukan hanya pada niat, tetapi juga pada pelaksanaan. Dalam “perumpamaan tentang dua orang anak”, yang seorang anak mulanya menolak perintah itu, tetapi selanjutnya menyesal lalu melakukan, tetapi seorang lagi berkata “ya” namun tidak mau mengerjakan. Prioritas harus dilaksanakan.

·Prioritas kepada Allah memerlukan disiplin. Yesus tahu bagaimana Ia menempatkan prioritas untuk bersekutu dengan Bapa-Nya (Mrk. 1:35). Dan Ia juga tunduk sepenuhnya kepada perintah Bapa (Yoh 2:4).

·Prioritas kepada Allah perlu diterjemahkan secara berimbang. Prioritas kepada Allah tidak berarti menggeser prioritas kita yang lain, misalnya: Kasus Memberi Persembahan Pada Allah tetapi masih berseteru (Mat. 5:23-26); Kasus Hari Sabat (Mat. 12:1-13); Kasus Membayar Pajak Kepada Kaisar (Mat. 22:15-22); Kasus Orang Samaria Yang Baik Hati (Luk. 10:25-370; Kasus Pelayanan Diakonia dalam Kisah Para Rasul (Kis. 6:1-7). (hi/rhb)

Kesalahan menempatkan prioritas dapat berakibat fatal.

 

Post a comment