No comments yet

Puncak Kemuliaan

“Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah” (Kisah 7:55).

 

KITA gerah ketika berbicara mengenai penderitaan. Ah, bapak ini bagaimana sih… wong sekarang ini zaman yang enak dan nyaman kok mau berbicara tentang penderitaan.. itu zaman dulu pak…? Begitukah biasanya seseorang  berkata?

Alkitab berkata, “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya” (2 Tim. 3:12). Ini sebuah pernyataan kebenaran. Kalau gereja tidak mengalami konfrontasi dengan dunia ini, justru kita harus bertanya mengenai kesungguhan kita menjadi duta Kristus!

Stefanus mengalami aniaya yang luar biasa sampai akhirnya dia mati sebagai martir. Dia tercatat sebagai martir pertama kali dalam sejarah gereja Tuhan. Usianya yang masih muda mungkin akan membuat kita bertanya mengapa harus terjadi? Namun kita melihat meskipun Stefanus disebutkan penuh dengan Roh dan hikmat, namun pengalaman rohani yang paling dahsyat justru terjadi ketika dia mengalami aniaya. Alkitab menyatakan bahwa Stefanus melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

Dan kalau kita memperhatikan sejarah kitab Wahyu di mana Yohanes mendapatkan penglihatan dan pernyataan luar bisa dari kejadian-kejadian yang telah dan akan terjadi, itu tidak dialami oleh Yohanes ketika ia sedang duduk santai di tepi pantai sambil menikmati secangkir kopi susu hangat. Ia juga tidak menerima penglihatan itu ketika ia sedang berada di balkon di sebuah vila di puncak gunung yang sejuk. Yohanes menerima penglihatan itu di pulau tandus nan gersang bernama Patmos.

Patmos adalah sebuah pulau yang kecil, luasnya sekitar 22 km persegi, terletak pada jalur pelayaran dari Roma Efesus. Pulau yang kering dan tandus ini dipakai sebagai tempat pembuangan orang yang tidak disukai oleh pemerintah Roma. Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos ini dan dipaksa bekerja sebagai rodi pada tambang batu bara. Adapun tujuan Kaisar Domitianus melemparkan Yohanes ke pulau ini: supaya ia tidak bisa lagi memberitakan Injil. Tetapi justru ketika Yohanes mengalami aniaya itu ia juga mengalami kemuliaan yang dahsyat! (hw/rhb)

Puncak penderitaan adalah puncak kemuliaan.

 

Post a comment