Comments are off for this post

Rahmat Allah

“TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya” (Mazmur 145:8, 9).

Kalau Anda meneliti dengan cermat dalam bahasa aslinya, kata ‘rahmat’ berasal dari kata ‘rachamim’ yang berbentuk jamak (Alkitab bahasa Inggris menerjemahkan mercies). Dalam Alkitab Bahasa Indonesia, tidak dapat dibedakan antara kata yang jamak dengan tunggal kecuali jika kata itu ditulis dalam bentuk pengulangan (seperti kata buku-buku – berarti buku itu lebih dari satu).

Jika kata ‘rahmat’ di atas berbentuk jamak (lebih dari satu), berarti Allah mempunyai rahmat (atau belas kasihan) yang lebih dari satu. Banyak orang berpikir bahwa belas kasihan atau rahmat Allah hanya berkaitan dengan jiwa terhilang yang mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa mereka. Sebenarnya segala kebutuhan kita, kelepasan, kesembuhan, kecukupan, dsb itu adalah rahmat-rahmat Allah.

Dalam PB pun, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang kaya akan rahmat. Paulus menyebut-Nya dengan Bapa yang penuh belas kasihan (God of mercies – jamak) (2 Kor. 1:3).

Sebagai Anak Allah, Yesus menunjukkan karakter yang sama dengan Bapa-Nya – yaitu manusia Ilahi yang penuh dengan belas kasihan. Simaklah salah satu kisah-Nya, ketika seorang yang sakit kusta datang memohon untuk disembuhkan-Nya (Mrk. 1:40-45). Apakah tindakan Yesus? Alkitab berkata, “Maka TERGERAKLAH HATI-NYA OLEH BELAS KASIHAN, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir” (Mrk. 1:41). Haleluya! Allah tidak pernah menolak orang yang mengharapkan belas kasihan-Nya. Ia selalu memenuhi segala keinginan hati mereka. Sebab Dia adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan.

Simak lagi kisah mengenai dua orang buta (Mat. 20:29-33) yang berseru-seru, “Tuhan, Anak Daud KASIHANILAH kami” (ay. 31). Ketika kedua orang buta ini berseru memohon belas kasihan Allah, apakah Yesus cuek saja? Ternyata “…TERGERAKLAH HATI YESUS OLEH BELAS KASIHAN, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia” (ay. 34). Yesus memberikan kesembuhan kepada mereka sebagai respons atas kerinduan mereka untuk memperoleh belas kasihan Allah.[rhb]

Hanya orang sombong  yang tidak membutuhkan rahmat Allah.