they all love a thick rod.www.xxx-porn.center
Comments are off for this post

RERUNTUHAN?

Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? (Hagai 1:4)

N ubuat Hagai di dalam Kitab Suci acap kali dilewatkan. Padahal di dalamnya terkandung banyak hal penting bagi kita. Kitab yang singkat ini berisi empat pesan Allah kepada orang-orang buangan Yahudi yang telah kembali dari Babel. Misi mereka adalah membangun kembali Bait Allah di Yerusalem.

Mereka mengawalinya dengan baik. Namun kemudian semangat mereka menyusut. Lalu mereka justru membangun rumah bagi mereka sendiri. Dalam pesan pertamanya, Hagai bertanya, “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (Hagai1:4)

Di dalam pesan keduanya (2:2-10), Hagai bertanya apakah ada orang yang mengingat bait Allah yang dibangun oleh Salomo dan dihancurkan oleh Raja Nebukadnezar. Kenyataan itu menjadi tamparan bagi umat Israel. Tak ada  orang yang dapat mengingat kejayaan masa silam. Mereka sungguh-sungguh mengabaikan ibadah. Sebab bagaimana bisa ibadah jika membiarkan Bait Allah dalam reruntuhan?

Apa kaitannya  pesan ini dengan gereja masa sekarang?    Intinya, ada pada “ibadah”.   Bukan   sekedar soal pembangunan gedung ibadah, tetapi lebih kepada ibadah Kristen.

Bagaimana ibadah kita? Sudahkan kita beribadah dengan benar dan sungguh-sungguh kepada Tuhan? Atau “ibadah” hanya kita jadikan sebagai pelengkap saja disela-sela kesibukan kita sehari.  Dalam suatu ibadah, seringkali kita dapati beberapa orang terlihat gelisah, sambil sesekali melihat arlojinya. Bahkan ada beberapa orang, begitu kotbah selesai segera beranjak meninggalkan gereja. Ada yang malu-malu, ada juga yang pamit dengan sebelahnya, “maaf ada   pertemuan penting, saya harus segera meninggalkan gereja.” Begitu pentingkah acara lain diluar “pertemuan ibadah” dengan Tuhan? Hingga ibadah yang  memakan waktu hanya dua jam dijadikan acara sampingan.

Pesan  dalam kitab Hagai menjadi bahan koreksi bagi “jemaat Tuhan” yang hidup pada masa kini, yaitu jangan sesekali meremehkan ibadah!  Akibatnya, kita pasti alami kekurangan!

Ayat 9-10 menyatakan, “Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,…..”   [aw/16]

 

Comments are closed.