Comments are off for this post

Semua Bagi KemuliaanNya

“Kemudian Salomo mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud, ayahnya…..” (2 Tawarikh 9:31).

 

MENDENGAR nama “Salomo”, hal yang langsung ada di benak kita adalah hikmat dan kekayaannya. Tidak salah bila Salomo identik dengan hikmat dan kekayaan, sebab Allah menganugerahkan hikmat dan kekayaan kepada Salomo dengan luar biasa, bahkan Alkitab berkata bahwa tidak pernah ada lagi raja-raja sebelum dan sesudah Salomo dalam perkara itu (2 Taw. 1:12). Tapi satu hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang, yaitu  kematian!

Menurut berbagai laporan media, raja masa kini yang tergolong paling kaya  adalah Sultan Bolkiah, raja Brunei Darussalam (manusia paling kaya setelah Bill Gates – raja komputer). Ditafsir kekayaannya tidak kurang dari 25 milyar US dollar (bila $ 1 = Rp. 16.000, maka kekayaannya ± 400 triliun rupiah). Seandainya uang itu dibagikan kepada penduduk Indonesia – dengan asumsi jumlah penduduk 200 juta jiwa – maka setiap orang akan mendapat 2 juta rupiah. Seandainya lagi uang itu dibelikan minyak goreng – dengan asumsi harga minyak goreng Rp. 10.000/liter – maka akan dapat mengisi “kolam renang” berdimensi 5 km x 4 km dengan kedalaman 2 meter, full minyak goreng! Kita cukup “ngeri” berandai-andai seperti itu.

Lalu, apa kata  firman Tuhan tentang kekayaan? Menjelang kematiannya, Kaisar Alexander Agung  sukses menaklukkan banyak kerajaan. Ia berpesan, bila suatu saat meninggal, kiranya kedua tangannya tetap dijulurkan keluar peti tanpa diberi sarung tangan. Hal ini dimaksudkan agar semua orang yang melayat dapat melihat bahwa ketika mati, ia tidak membawa apa-apa. Meskipun semasa hidupnya ia dikaruniai kemuliaan, harta, dan kekayaan yang berlimpah-limpah.

Tidaklah  salah, jika kita  memiliki kekayaan berlimpah. Tetapi  pertanyaannya,  kekayaan itu untuk apa? Apakah kita mempergunakan kekayaan yang dipercayakan Allah  dengan benar? Ataukah hanya untuk diri sendiri? (Lukas 12:20, 21).

Dalam tulisannya, raja Salomo mengungkapkan bahwa: “….segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari…..segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin” (Pkh. 1:14). Bahkan seluruh kitab Pengkhotbah berisikan perkara-perkara yang sia-sia, termasuk kekayaan. Tetapi semuanya itu Salomo simpulkan dengan satu perkara yang berguna: “Akhir kata dari segala yang didengar ialah: TAKUTLAH AKAN ALLAH dan BERPEGANGLAH PADA PERINTAH-PERINTAH-NYA, karena itu adalah KEWAJIBAN setiap orang” (Pkh. 12:13). [rhb]

 

Segala berkat yang Tuhan nyatakan di dalam Hidup kita, hanya bagi kemuliaanNya