they all love a thick rod.www.xxx-porn.center
Comments are off for this post

Sebuah Kejujuran

Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur….. ” (Pengkhotbah 7:29).

Banyak kisah ditulis mengenai Paul Gerhardt yang lagu-lagu ciptaannya masih dinyanyikan di Jerman. Bahkan John Wesley telah menerjemahkan beberapa lagu itu ke dalam bahasa Inggris.
Salah satu kisah pada masa kecilnya, agaknya cukup menarik untuk diikuti.
Gerhardt berasal dari keluarga miskin. Ia hanyalah seorang gembala upahan yang kerap kali menggembalakan ternak milik juragannya ke pinggiran hutan setempat.
Suatu kali ia bertemu dengan seorang pemburu yang sedang tersesat. Pemburu ini bertanya, “Berapa jauh jalan ke desa terdekat?”
“Enam mil, Tuan,” jawabnya, “Tapi jalannya hanya untuk domba-domba saja dan Tuan dapat tersesat.”
“Aku sekarang sedang tersesat dan aku letih sekali,” kata pemburu itu, “Tinggalkan domba-dombamu dan antarkan aku ke desa. Aku akan membayarmu.”
“Tidak, Tuan,” jawab Gerhardt, “Saya tidak dapat melakukannya, sebab domba-domba ini bisa tersesat dan menjadi santapan binatang liar.”
“Tak apa-apa, toh juraganmu tidak akan tahu kalau cuma hilang satu atau dua ekor saja. Dan lagi aku akan membayarmu lebih banyak dari harga satu atau dua ekor domba.”
“Tapi Tuan, juragan saya telah mempercayakan domba-domba ini, dan saya berjanji untuk tidak meninggalkannya.”
“Baiklah,” kata sang pemburu, “Biarlah saya yang menjaga domba-domba ini sementara kamu pergi ke desa, bawalah makanan dan seorang penunjuk jalan.”
“Domba-domba ini tidak kenal suara Tuan dan mereka tidak akan mematuhi Anda, Tuan.”
“Tidakkah engkau percaya kepadaku? Apakah aku tidak seperti orang yang baik?” Tanya pemburu itu dengan sedikit gusar.
“Tuan,“ kata Gerhardt perlahan, “Tuan mencoba membelokkan kepercayaan saya dan mempengaruhi supaya saya melanggar janji kepada juragan saya. Bagaimana saya dapat mempercayai bahwa Tuan akan memegang perkataan Tuan kepada saya?”
Pemburu itu tertawa sambil berkata, “Aku lihat bahwa engkau tulus dan jujur. Aku tidak akan pernah melupakan perjumpaan kita.”
Dan akhirnya diketahui bahwa pemburu itu adalah seorang Grand Duke (adipati tertinggi). Karena kejujuran anak ini, sang adipati kelak menyekolahkan dan membiayai kehidupannya.

 

Harga satu ons kebenaran tidak dapat ditukar dengan  satu ton emas sekalipun.

Comments are closed.