Comments are off for this post

SEMUA ADA ATURANNYA

“Itulah  hukum tentang seorang laki-laki yang mengeluarkan  lelehan atau yang tertumpah maninya yang menyebabkan dia najis, tentang seorang perempuan yang bercemar kain dan tentang  seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengeluarkan  lelehan, dan tentang laki-laki yang tidur dengan perempuan yang  najis” (Imamat 15:32,33).

Setiap orang pada dasarnya menginginkan kebebasan, seperti bebas berpikir, bebas berkreasi, bebas menentukan hidup, bebas menyampaikan pendapat, dan bebas menentukan nasib sendiri. Namun seringkali konsep kebebasan ini disalahgunakan. Makna kebebasan sering disalah mengerti dan ditafsirkan dengan keinginan-keinganan daging sehingga norma-norma susila pun ditinggalkan. Biasanya usia yang rawan untuk hal ini adalah 13-30 tahun, pada usia ini muncul dinamika dan gejolak jiwa yang luar biasa, hal ini nampak dari ekspresi hidup sehari-hari.  Inginnya mereka bisa bebas dari segala aturan yang ada, kecenderungan untuk bebas melakukan apa saja selalu  muncul di benak mereka, dan kadang-kadang tidak diperhitungkan dampak bagi diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya.
Paham ‘kebebasan’ atau yang sering disebut dengan ‘liberalisme’ merupakan faham  impor yang perlu diwaspadai sebab saat ini sudah masuk dalam tahap yang mengkhawatirkan.

Karena merasa bebas, maka manusia mulai mencintai diri dan memuaskan nafsu sesuai dengan keinginannya, sehingga tidak mengherankan jika kasus narkoba  angkanya semakin meningkat dan korban jiwa yang berjatuhan cukup banyak.  Biasanya hal  ini juga diiringi dengan prilaku penyimpangan seksual dan seks bebas.
Lalu bagaimana dengan hidup orang Kristen? Ingatlah  semua ada aturanya, dari ayat-ayat yang kita baca, mungkin kita akan bertanya-tanya, masalah sehari-hari saja kok mesti diatur? Hal itu dilakukan Tuhan di dalam Perjanjian Lama bukan untuk mempersulit umat , melainkan untuk kebaikkan mereka sendiri.

Hal tersebut  juga  mengingatkan kita, bahwa hidup itu ada aturannya. Galatia pasal 5 ayat 13 mengatakan: “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.  Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai  kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah  seorang akan yang lain oleh kasih.”

Bicara itu ada aturannya, bergaul ada aturanya, bekerja  pun ada aturannya, dimana pun kita berada tidak bisa lepas dari aturan. Demikian hidup kita dihadapan Tuhan ada aturannya, namun semua aturan  itu bukan untuk mempersulit kita, sebaliknya segala aturan yang Tuhan tetapkan semata-mata untuk menyelamatkan hidup kita. Sebab  dunia tempat kita berpijak ini banyak perangkap dosa. Aturan Tuhan adalah sabuk pengamannya seperti mobil yang dilengkapi dengan sabuk pengaman, supaya kita selamat di jalan.

1 Petrus 2:16 menyatakan, “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang  menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi  kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba  Allah.”
Nikmatilah aturan yang ditetapkan Allah karena disitulah keamanan kita terjamin. [aw/16]