Comments are off for this post

SEMUA DEMI KEMULIAANNYA

“Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu  berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan,  orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel” (Matius 15:31).

Ada begitu banyak orang ingin agar mujizat-mujizat Allah terjadi atas hidupnya. Ada begitu banyak pelayan-pelayan Tuhan ingin agar tanda-tanda dan mujizat Allah terjadi dan menyertai setiap pelayanannya. Kerinduan semacam ini tidaklah salah, tetapi sayang, seringkali mereka lupa memeriksa motivasi dan tujuan utama dari kerinduannya.  Mereka lupa bahwa yang utama bukan mujizat-mujizat itu, tetapi Sang Pembuat Mujizat. Mereka mencari mujizat lebih dari mencari Pribadi Allah sendiri.

Di dalam pelayanan Yesus, mujizat dan tanda-tanda ajaib terjadi. Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang bisu berkata-kata, bahkan orang mati dibangkitkan… luar biasa! Namun demikian, tujuan utama pelayanan Yesus bukanlah mujizat-mujizat itu. Tujuan utama-Nya adalah supaya jiwa-jiwa menjadi percaya dan nama Allah dipermuliakan, seperti yang terjadi pada orang-orang di Galilea. Mereka memuliakan Allah Israel. Kemurnian motivasi Yesus begitu tampak, pada waktu-waktu tertentu, di mana sebenarnya Dia mempunyai kesempatan menjadi lebih terkenal, tetapi Dia tidak mau menyatakan mujizat dari Allah. Perhatikan di dalam salah satu kesempatan, yaitu ketika Dia berada di hadapan Herodes menjelang penyaliban-Nya. Yesus sama sekali tidak mau mengadakan mujizat. Yesus tidak mau menyalahgunakan karunia Roh Kudus hanya untuk menyenangkan hati manusia atau hanya untuk membebaskan diri-Nya dari hukuman. Yesus tidak mau menyalahgunakan karunia Roh

Kudus hanya untuk mencari popularitas atau untuk memenuhi kepentingan-Nya sendiri. Yesus menyatakan mujizat-mujizat dan mempergunakan segala karunia Roh Kudus yang penuh di dalam diri-Nya hanya untuk satu tujuan, yaitu bagi kemuliaan nama Bapa-Nya. Oleh sebab itu Yesus tidak pernah jatuh dalam kesombongan, sekalipun Dia dipakai Bapa dengan luar biasa. Inilah teladan yang diberikan Yesus Kristus bagi kita semua.

Berkat, mujizat, dan tanda-tanda ajaib adalah sesuatu yang terlalu mudah untuk dikerjakan Allah. Kita tidak perlu ragu bahwa semuanya itu akan diberikan kepada kita kalau memang kita memerlukan bagi kemuliaan nama-Nya. Tetapi apakah kita sudah siap? Bayangkan seandainya Allah memakai bayangan Anda untuk menyembuhkan orang-orang sakit kemudian berkat Anda melimpah ruah, apakah Anda masih tetap bisa hidup biasa-biasa saja? Apakah Anda tetap bisa bertahan dalam kesederhanaan, kerendahan hati dan kesabaran seperti Yesus? [rhb]

 

Carilah Sang Pemberi Mukjizat lebih dari mencari mukjizat, maka mukjizat pasti akan dinyatakan dalam hidup Anda!