Comments are off for this post

Seperti Anak Kecil

…… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Pernahkah Anda mendengar anak Anda atau anak-anak lainnya berdoa? Anda pasti kadang tersenyum geli mendengar doa mereka yang lugu dan spontan itu. Misalnya saja ia ingin sepatu baru, maka ia akan berdoa dan meminta pada Tuhan supaya dikirimi sepatu baru. Atau ia ingin hadiah ulang tahun, kadang tanpa Anda ketahui, ia meminta kado kepada Tuhan. Kerendahan hati, ketulusan, dan keluguan anak-anak itulah yang membuat Yesus terkesan.

Dan Yesus mengajarkan bahwa bila manusia tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jadi ada dua kondisi yang membuat seseorang memenuhi syarat untuk masuk dalam Kerajaan Surga: bertobat dan menjadi seperti anak kecil.

Syarat pertama, bertobat, berbicara tentang pertobatan yang sungguh-sungguh. Pertobatan ini tidak hanya terjadi pada saat pertama kali kita menerima Yesus sebagai Juru Selamat, tetapi juga dalam pengiringan kita pada Kristus. Ada kalanya kita “tersandung”, tetapi Alkitab berkata, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh. 1:9). Mengakui, menyesal, dan bertobat dengan sungguh-sungguh merupakan kunci ke arah pemulihan.

Jangan mengira bahwa semua orang Kristen yang duduk manis di kursi gereja adalah orang-orang bertobat. Sepertinya banyak orang Kristen berusaha menutupi dosanya dengan mengabaikan hati nuraninya. Mereka berpikir, dengan rajin beribadah di gereja Tuhan akan “memaklumi” dosa yang disimpannya itu. Bertobatlah sebelum penghakiman Tuhan datang.

Syarat kedua, seperti anak kecil, berbicara tentang keluguan, ketulusan, dan kerendahan hati. Anak kecil tidak bisa bermuka dua. Ia tidak bisa berpura-pura. Bila ia melakukan kesalahan, dengan rendah hati ia akan mengakuinya. Tuhan juga mau umat Allah seperti ini. Seperti Daud berkata, “…. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam KETULUSAN; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu” (Mzm. 26:1).

Hidup dalam ketulusan berarti juga hidup dalam kebenaran dan kerendahan hati. Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan yang mengandalkan kekuatannya sendiri. Tetapi Ia mengasihi orang-orang yang tulus dan mau merendahkan diri di hadapan-Nya.[rhb/sgtbi]

Anak-anak adalah mutiara berharga di mata Allah.