1

Singa-singa Allah

Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda” (Amsal 28:1).

Pada musim panas tahun 1946, desas-desus akan datangnya kelaparan melanda sebuah propinsi di negara Amerika Latin. Meskipun sebenarnya tanaman tumbuh dengan baik, cuaca sempurna, dan tidak ada hal-hal lain yang dapat menggagalkan panen itu. Tapi apa dikata, 20.000 petani terlanjur termakan isu dan akhirnya mengungsi ke kota-kota, meninggalkan sawah ladangnya. Karena tindakan mereka, akhirnya panen benar-benar gagal dan ribuan orang mati. Isu kelaparan terbukti nyata!
Para provokator yang merajalela di negeri ini mempunyai sebuah senjata andalan yang terbukti amat ampuh. Senjata itu bukanlah bom nuklir maupun senjata mutakhir lainnya, tapi isu! Dengan menyebarkan isu-isu, masyarakat terpancing dan akhirnya terprovokasi. Bukankah kerusuhan yang selama ini merebak karena ulah para provokator dengan isu-isu yang dihembuskannya?
Saudara, kalau orang fasik lari tunggang langgang meskipun tidak ada yang mengejarnya, atau paling-paling ketakutan karena isu-isu, tidak demikian halnya dengan orang benar. Firman Tuhan berkata bahwa orang benar merasa aman (bhs Ibrani: batach = percaya atau yakin sepenuhnya) seperti singa. Apakah Anda orang benar? Apakah darah Yesus telah menyucikan Anda dari segala dosa? Kalau ya, berarti Anda adalah orang benar. Tapi tunggu dulu, orang benar masih dipilah-pilah menjadi beberapa bagian. Mereka yang percaya kepada janji Tuhan adalah orang Kristen “singa”. Tapi orang benar yang meragukan janji Tuhan adalah orang Kristen “kelinci”. Anda tahu kelinci? Perhatikan telinganya yang panjang dan lebar yang sering ditegakkan ke atas apabila ada suara gemerisik. Telinganya adalah antena untuk mendeteksi bila ada bahaya mengancam. Sayangnya, semua suara gemerisik ditangkap sebagai sinyal tanda bahaya. Sehingga gerakan apa saja disekitarnya akan membuatnya lari menjauhkan diri.
Kalau Anda mewaspadai mara bahaya di sekitar Anda itu baik, supaya Anda bisa berjaga-jaga. Tapi jangan ditangkap semua sinyal itu sebagai tanda untuk lari sekencang-kencangnya.
Akhir-akhir ini banyak orang begitu mudah melarikan diri karena desas-desus yang tidak beralasan sama sekali. Fakta memang berbicara bahwa negara kita rentan terhadap kerusuhan, tapi apakah kita juga harus ikut-ikutan berpartisipasi dalam “pertandingan” melarikan diri, seperti ke luar negeri? Beberapa orang Kristen berdalih, “Yesus kan juga pernah dilarikan ke Mesir ketika Ia bayi?” Benar, tapi itu karena alasan Ilahi dan itu pun hanya sekali terjadi dalam hidup-Nya selama di bumi. Sebaliknya, Anda mau lari terus ke Mesir dan tak mau kembali ke Israel. Anda pasti akan kehilangan banyak berkat di Israel.[rhb/sgbi]

Mempercayai Yesus berarti juga mempercayai perlindungan yang disediakan-Nya.

Comment(1)

  1. Ellbiah says

    Amoxicillin Use generic cialis from india Amoxicillin Vomiting

Post a comment