Comments are off for this post

SUKA BERGAUL

“ Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit –, maka hal itu akan diberikan kepadanya.”(Yakobus 1:5)

Terseret narkoba,  minum-minuman keras, terlibat  kriminal  adalah konotasi bagi mereka yang terjebak dalam pergaulan bebas dan  tak bertanggung jawab. Bisa jadi seseorang yang dulunya dikenal baik oleh keluarga, kerabat dan tetangganya, tiba-tiba karakternya berubah menjadi buruk dan brutal.

Dalam surat  I Korintus  15 :33 diungkapkan,  bahwa pergaulan yang buruk dapat merusakkan kebiasaan yang baik.
Pergaulan seseorang  itu mempengaruhi dan menentukan pertumbuhan kepribadianya. Jika seseorang suka bergaul dengan orang yang selalu berbuat jahat, cepat atau lambat orang tersebut cara berpikir dan tindakannya  mulai diwarnai  oleh hal-hal  yang jahat.

Sebaliknya jika seseorang suka bergaul dengan Tuhan, maka hidupnya akan dipenuhi hikmat Tuhan. Kepribadiannya akan dipenuhi dengan nilai-nilai kebenaran firman Tuhan. Sikap hidupnya akan dipenuhi dengan kasih Tuhan. Mengapa? Sebab  hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (Yakobus 3:17).
Mengapa Nuh dicatat sebagai orang  benar diantara orang jahat pada zamannya? Sebab dia suka bergaul dengan Allah (Kejadian 6:9).

Mengapa Yusuf ketika di Mesir dipandang orang paling berhikmat oleh Firaun, sebab dia suka bergaul dengan Allah. Mari  bangun hubungan karib dengan  Tuhan kita  Yesus Kristus, serta dapatkan hikmatNya. Suka bergaul dengan Allah datangkan hikmat sorgawi. [aw/16]

Comments are closed.