Comments are off for this post

TAK ADA AIR MATA LAGI

“Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya”  (Yesaya 25:8)

Dalam bukunya, “Man In Black” penyanyi Johny Cash menceritakan tentang kematian saudaranya, Jack, pada tahun 1944.  Suatu hari Johny bermaksud mengajak Jack untuk pergi memancing.Tetapi Jack menolak karena  Sabtu itu ia ingin tetap bekerja. Sekitar tengah hari, pendeta setempat memberi kabar bahwa Jack mengalami kecelakaan saat bekerja – tubuhnya tertarik ke peralatan gergaji besar. Kondisinya begitu parah. Dr. Hollingsworth yang menanganinya berkata, bahwa tidak ada harapan lagi bagi Jack untuk hidup. Dalam keadaan koma, Jack terbawa dalam halusinasi dan sering menggigau. Semua anggota keluarganya berkumpul di ruang  tempat Jack dibaringkan. Semua telah mengucapkan selamat jalan kepada Jack.

Keesokan harinya, pukul 6:30 sore, masih dalam keadaan tidak sadar, tiba-tiba Jack membuka matanya dan berkata, “Mengapa semua orang menangis? Mama, jangan menangis. Tidakkah Mama lihat ada sungai mengalir?”
“Tidak, Jack. Mama tidak melihat apa-apa.”

Jack melanjutkan, “Aku sedang menuju ke sebuah sungai, ada api di sebelahnya dan surga di seberangnya. Oh Tuhan….. bukankah aku harus menuju ke surga?” Lalu Jack menoleh kepada mamanya, “Mama, apakah Mama mendengar suara malaikat menyanyi?”
Tetapi mamanya hanya menggeleng-gelengkan kepala. Sambil mengenggam tangan mamanya, Jack berkata lagi, “Tapi Mama…. Mama harus mendengar.” Dengan air mata berlinang-linang, Jack terus berkata, “Dengarlah suara malaikat menyanyi. Aku menuju ke sana, Mama.” “Begitu indah kotanya, “lanjut Jack, “Dan malaikat-malaikat menyanyi. Oh, Mama, aku sungguh berharap Mama dapat mendengar suara merdu itu.” Dan Johny berkisah, itulah kata-kata terakhir yang ia dengar dari saudaranya.

Itulah air mata terakhir yang ditumpahkan Jack, karena di surga ia  tidak menangis lagi. Begitu indahnya bila kita berpikir tentang kemuliaan surga yang akan menjadi kediaman orang percaya. Di sana tidak ada maut, perkabungan, kematian, sakit-penyakit, air mata, dan aib umat Allah akan dijauhkan.[rhb]

Orang yang tinggal di surga adalah orang yang telah lulus ujian semasa di bumi.

Comments are closed.