Comments are off for this post

Tak Takut Ancaman

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah (Markus 1:14).

Yohanes adalah seorang hamba Tuhan  yang menyatakan kebenaran. Dia tampil di padang gurun dan menyerukan pertobatan. Dengan cara hidup yang agak nyentrik, Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya kacang-kacangan  dan madu hutan. Banyak orang datang sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

Dalam menerapkan kebenaran, Yohanes tidak pilih kasih. Kebenaran berlaku bagi semua orang termasuk raja Herodes. Itulah sebabnya ketika raja Herodes mengambil Herodias, istri Filipus saudaranya menjadi istrinya, Yohanes menegor Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu” (Markus 6:18)! Akibat dari tegurannya ini, Yohanes dijebloskan ke penjara.

Walaupun Yesus tahu bahwa Yohanes masuk penjara karena menyatakan kebenaran, hal itu tidak membuatnya surut. Bahkan Yesus tampil di Galilea memberitakan Injil Kerajaan Allah dengan pernyataan yang lebih keras lagi.
Dalam Perjanjian Lama, banyak contoh kisah yang dialami oleh orang-orang yang menyatakan kebenaran dan hidup dalam kebenaran. Konsekuensi yang diterima mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dari ejekan, olokan, fitnahan, bahkan kadang-kadang harus mempertaruhkan nyawa. Nuh harus rela menerima olokan, ejekan pada zamannya karena membangun bahtera di atas bukit (Kej. 6:9-22). Yusuf harus rela menerima fitnahan karena tidak mau kompromi dalam dosa dengan istri Potifar dan dijebloskan ke dalam penjara (Kej. 39:20). Daniel harus rela masuk kedalam gua singa karena tidak mau menghentikan kebiasaannya berdoa kepada Allah (Dan. 6:13). Sadrakh, Mesakh dan Abednego harus rela  dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala karena tidak mau menyembah dewa buatan raja Nebukadnezar (Dan. 3:11).

Mengapa ada konsekuensi dalam menyatakan kebenaran dan hidup dalam kebenaran? Karena kebenaran berasal dari Allah dan ketidakbenaran berasal dari si jahat, yaitu iblis. Yesus berkata, “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” (Yoh. 12:46).

Bila berada pada sisi kebenaran, maju terus pantang mundur!

Comments are closed.