Comments are off for this post

Takut Akan Allah

“…..Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya” (Mazmur 128:1)!

Entah berapa kali pemazmur menuliskan berkat-berkat yang akan diterima oleh mereka yang takut akan Allah. Hari ini kita akan merenungkan 6 dampak bagi orang yang takut akan Tuhan – menurut pasal 128 pada kitab Mazmur ini:

1.    “….engkau memakan hasil jerih payah tanganmu…” (ay. 2). Tidak banyak orang bisa menikmati hasil jerih payah mereka. Ada orang bekerja keras sebulan penuh, tapi gajinya dipakai untuk membiayai rumah sakit untuk cuci darah, karena ginjalnya tidak berfungsi. Ada juga orang yang mempunyai perusahaan bonafid dengan keuntungan fantastis setiap tahun, tapi si pemilik perusahaan hanya dilapori keuangan yang tekor, karena uang perusahaan habis dikorupsi karyawannya. Tapi orang yang takut akan Tuhan akan menikmati segala jerih payahnya.

2.    “…..berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu…” (ay. 2). Apa artinya berbahagia? Banyak uang? Istri cantik? Rumah mewah? Bukan, bukan itu! Kalau bahagia identik dengan uang banyak, istri cantik, dan rumah mewah, banyak aktor dan aktris Hollywood yang tidak akan tenggelam dalam obat bius dan alkohol. Tapi arti bahagia sebenarnya adalah sehat rohani, mental (jiwa), dan jasmani. Seperti firman Tuhan katakan, “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan SEHAT-SEHAT saja dalam segala sesuatu, sama seperti JIWAMU BAIK-BAIK saja” (3 Yoh. 1:2). Dan orang yang melekat dengan Tuhan, ketiga aspek ini juga akan baik-baik.

3.    “….Istrimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu…” (ay. 3). Apa artinya pohon anggur? Anggur adalah lambang sukacita (Yes. 24:11). Orang yang takut akan Tuhan pasti juga akan mengajari istrinya untuk takut kepada Tuhan. Istrinya akan menjadi kesukaan bagi suaminya. Bila sang suami pulang dari kantor, segala keletihannya seolah-olah sirna ketika melihat senyum manis sang istri yang menyambutnya dengan penuh kasih sayang (terlalu idealis? Tidak! Hanya bagi mereka yang takut akan Tuhan saja yang mengalaminya).

4.    “…anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu…” (ay. 3). 15 Februari yang lalu kita telah merenungkan 3 keistimewaan pohon zaitun. Orang tua yang takut akan Tuhan akan mendidik anak-anak mereka juga untuk berbuat yang sama. Mereka akan mengajari anak-anak mereka memiliki kepekaan terhadap yang baik dan yang jahat. Hasilnya, mereka bertumbuh menjadi anak-anak yang manis.

5.    “….kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion….” (ay. 5). Inilah janji Allah! Ia tidak akan segan-segan memberkati orang yang takut akan Dia.

6.    “…dan melihat anak-anak dari anak-anakmu….” (ay. 6). Orang yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya akan menikmati umur panjang. Ia akan melihat kebahagiaan anak-anak hingga cucu-cucu dan keturunannya.[rhb]

Banyak orang terkena berbagai sindrom fobia, tapi jarang mau  “teofobia” – takut akan Allah.