Comments are off for this post

Takut Karena Melihat?

“Marilah kita … berlomba … dengan mata yang tertuju kepada Yesus” (Ibrani 12:1,2)

Dunia hari-hari ini masih hangat membicarakan tentang  terorisme dan ancamannya lainnya. Tak ketinggalan tentang gejolak kesulitan ekonomi dan ketakutan kehabisan uang sebelum waktunya. Mungkin juga krisis pribadi. Akibat dari krisis, tak  ada jalan keluar yang dapat diramalkan. Dijamin sukses  atau sebaliknya alami kegagalan yang terlalu berat untuk ditanggung.

Coba  simak kehidupan seorang wanita di abad 20 yang sempat  menanggung kesedihan, penderitaan, dan rasa sakit hati. Ini dia, Corrie ten Boom. Ia harus menjalani kehidupan seperti di neraka saat tinggal di kamp konsentrasi Nazi—sebuah tempat tanpa harapan bagi kebanyakan orang. Namun ia dapat bertahan untuk menceritakan imannya yang tidak goyah dan pengharapannya yang teguh kepada Allah.

Ia telah melihat wajah si jahat. Ia menyaksikan berbagai tindakan paling tidak manusiawi yang dilakukan manusia kepada sesamanya. Dan ketika keluar dari kamp konsentrasi, ia berkata, “Jika Anda melihat dunia ini, Anda akan sedih. Jika Anda melihat ke dalam diri Anda, Anda akan tertekan. Namun jika Anda memandang Kristus, Anda akan tenang.”

Ke mana Anda mengarahkan pandangan? Apakah Anda memusatkan perhatian pada dunia dan bahaya di dalamnya? Apakah Anda sedang memandang diri Anda dan berharap mendapat jawaban bagi diri sendiri? Atau apakah Anda sedang memandang Yesus, Sang Pencipta dan Penyempurna iman Anda? (Ibrani 12:1,2). Dalam dunia yang serba tak pasti ini, kita harus tetap memandang Yesus, yaitu berharap padaNya —rhb

 

Kalau Melihat kesulitan seperti rasa cemas dan takut tiada hentinya, karena itu pandanglah Tuhan yang lebih besar daripada masalah yang kita hadapi

Comments are closed.