No comments yet

TANDA ZAMAN

“…… Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah, dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk. Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak” (Matius 16:2, 3).

Adalah kebiasaan orang-orang pada PL untuk meminta tanda dari langit. Misalnya Hizkia yang meminta tanda kepada Allah bila ia telah disembuhkan (2 Raj. 20:8, 9) atau Gideon yang meminta tanda bila benar bahwa Allah yang mengutusnya untuk membebaskan orang Israel (Hak. 6:17), dan masih banyak contoh-contoh lainnya.
Dengan cara yang sama, orang Farisi dan Saduki meminta tanda kepada Yesus, apakah Ia benar-benar Mesias asli atau gadungan. Mungkin pikiran mereka, apabila mereka meminta tanda ini Yesus akan melakukannya dengan mengirimkan api atau badai di depan mata mereka. Tetapi Yesus tidak memberikan tanda, kecuali tanda Nabi Yunus. Bila Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, maka Anak Manusia akan berada dalam perut bumi – dikubur – selama 3 hari 3 malam dan setelah itu dibangkitkan.

Sebenarnya, bila mata hati mereka terbuka, mereka pasti akan menyadari bahwa perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukannya itu merupakan  pertanda bahwa Dia adalah Anak Allah yang hidup. Tetapi hati mereka yang bebal tidak dapat memahami perkara-perkara itu. Yesus menghardik kebebalan hati mereka.

Sebagai orang beriman sudah semestinya kita memahami  tanda-tanda zaman. Sebab kedatangan Kristus yang kedua  merupakan klimaks penggenapan janji Tuhan. Semua anak Tuhan yang sungguh-sungguh, pasti merindukan kedatangan-Nya.

Memang, tak seorang pun yang tahu, kapan  kedatangan  Yesus Kristus yang kedua kecuali Bapa (Mat. 24:36). Namun demikian,  Tuhan mau kita peka terhadap tanda-tanda. Dalam Matius 24 dan 25, secara khusus Tuhan berkhotbah tentang akhir zaman. Dalam khotbah itu beberapa tanda yang disebutkan menjelang kedatangan Tuhan adalah perang, kelaparan, penyakit, nabi palsu, bertunasnya pohon ara.

Bila peka, kita bisa melihat bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Bila pada zaman lalu Yakobus berkata bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat, apalagi pada zaman ini?

Yang penting di sini adalah berjaga-jaga, sebab kedatangan-Nya tak terduga (Mat. 24:44). Jangan berpikir bahwa kedatangan Tuhan masih jauh lalu  berdiam diri di dalam dosa atau memakai  “motto”: dosa sekarang, besok bertobat. Kalau Yesus datang sekarang, kan hari esok tidak ada kesempatan lagi untuk bertobat? Jadi, berjaga-jagalah, roh memang penurut tetapi daging itu lemah.[aw/16]

Post a comment