1

Task Asal Melayani

“Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik dan penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu. (Kisah Para Rasul 6:3)

Sebagian orang beranggapan pelayanan sebagai  pemimpin pujian dan pengkhotbah dianggap  lebih penting dari pelayanan lainnya, sehingga perlu persiapan khusus. Sebaliknya, penyambut jemaat (Usher) dan pengumpul persembahan (kolektan) terkesan dianggap kurang  penting, dapat dilakukan oleh siapa saja sekalipun tanpa persiapan  khusus. Benarkah demikian?

Suatu ketika seiring dengan semakin banyaknya jumlah orang Kristen,  timbul sungut-sungut di antara orang Yahudi berbahasa Yunani pada Gereja mula-mula.  Pelayanan sosial sehari-hari terhadap janda-janda mereka terabaikan  (Kis.6: 1). Atas hal itu para Rasul pun mulai mengatur  pelayanan di dalam Gereja Tuhan, secara khusus mereka  akan melayani jemaat untuk memberitakan firman Tuhan dan berdoa(Kis.6: 2, 4). Para Rasul pun mulai berbagi tugas pelayanan dengan jemaat yang dewasa rohani. Para rasul meminta agar jemaat memilih  tujuh orang pelayan tambahan untuk “melayani meja”. Tugas mereka  ‘hanya’ mendistribusikan makanan harian kepada jemaat yang kurang  mampu. Tugas itu tampaknya  ringan, mudah, dan dapat dikerjakan semua orang,  pikir beberapa orang.

Tetapi, tidak bagi para rasul. Mereka meminta orang “yang terkenal  baik, dan yang penuh Roh dan hikmat”. Ya, para pelayan Tuhan adalah   mereka yang telah menunjukkan buah imannya dan sungguh-sungguh mengasihi dan  mengenal Allah. Allah tidak mengistimewakan pelayanan yang satu dan   mengabaikan yang lain. [ht/rh/aw]

Sekecil apa pun pelayanan yang kita lakukan, tidak boleh dikerjakan asal-asalan, karena kita melayani pribadi Tuhan yang agung.

Comment(1)

  1. Ellbiah says

    2.5mg Cialis Canadian Order Prednisone Online From Canada Acheter Lioresal Internet cialis prices Viagra Pfizer Effets Secondaires

Post a comment