Comments are off for this post

Tuhan Ampuni

“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Markus 2:5)!

Daniel Webster pernah ditanyai apakah dia dapat memahami bagaimana Yesus bisa menjadi Allah sekaligus manusia.
“Tidak, Tuan!” Jawabnya, “Aka akan malu bila mengakui Dia sebagai Juru Selamat jika aku memahaminya. Dan jika aku memahaminya, Dia tidaklah lebih besar daripada aku. Perasaan akan dosa, dan kesadaran akan ketidakmampuan untuk menyelamatkan diri sendiri, membuat aku membutuhkan Juru Selamat – seorang yang agung dan mulia yang tidak dapat kupahami.”
Memang, tidaklah mungkin bagi manusia untuk memahami Allah dengan sempurna. Dia adalah Pencipta sedangkan kita adalah makhluk yang diciptakan-Nya. Rupanya, cara pemahaman dengan mengandalkan kemampuan manusia diterapkan oleh para ahli Taurat. Mereka tidak dapat menyelami manusia di depannya yang mampu mengampuni dosa manusia. Bagaimana mungkin anak Yusuf dan Maria ini dapat mengampuni dosa manusia? Ini pelecehan! Siapakah yang dapat mengampuni manusia kecuali Allah sendiri?
Yesus sosok yang dipuja sekaligus dibenci oleh dunia. Sulit bagi manusia untuk memahami status dan tindakan-Nya. Bagaimana mungkin manusia yang lahir dari rahim Maria dapat menyamakan diri-Nya dengan Allah (Yoh. 5:18)? Justru di sinilah letak keunikannya. Bila Yesus mudah dipahami, asal-usul-Nya mudah ditebak, tindakan-Nya gampang diterka, Dia tidaklah berbeda dengan kita. Tetapi karena Dia adalah Anak Allah yang hidup hingga sekarang, Dia menjadi Juru Selamat dunia. Adakah manusia yang lahir melalui benih Roh Kudus? Adakah manusia yang menggenapi nubuatan-nubuatan para nabi? Adakah manusia yang mau mati untuk manusia berdosa di kayu salib? Adakah manusia yang bangkit dari kubur? Adakah….?
Tetapi Allah telah menyatakan Anak-Nya itu kepada kita. Meskipun serangan terhadap doktrin tentang Kristus dilancarkan dengan gencar oleh kaum skeptis, tetapi iman kita tidak goyah bahwa Yesus adalah Tuhan, sekaligus Allah yang menjelma menjadi manusia. Karena posisi-Nya inilah membuat Dia bisa mengampuni dosa manusia.
Tidak ada dosa yang terlalu kelam untuk tak dapat diampuninya. Asal kita mengampiri-Nya dengan kerendahan hati dan penyesalan yang sungguh-sungguh, Yesus mampu mengampuni dosa kita.

Tidak ada kuasa yang lebih besar daripada mengampuni dosa manusia.