Comments are off for this post

Manusia Tak Paham Tuhan

“Dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya” (Mazmur 136:21).

Kisah  mahasiswa Universitas Yale, Eugene F. Suter Jr (22 tahun) sempat viral. Entah mengapa, ia menolak warisan sebesar $ 400.000 (± 4 milyar) setelah ayahnya meninggal dunia.  Panitia pengurus warisan mencoba meyakinkannya, tetapi Suter tetap menolak. Panitia pengurus pun mengajukan Suter ke pengadilan supaya ia mau menerima warisan itu. Bagi pengadilan di New York, kasus seperti ini baru sekali ini terjadi. Setelah melalui dengar pendapat beberapa kali, akhirnya Hakim William T. Collins dengan berat hati meluluskan permintaan Suter untuk menolak warisan itu. Ia dibebaskan dari tuntutan untuk menerima warisan tersebut.

Kejadian ini adalah kisah nyata. Mungkin inilah satu-satunya kasus langka. Kebanyakan orang berebutan warisan di pengadilan, bahkan sampai terjadi pertumpahan darah untuk mendapatkannya. Tapi Suter menolaknya. Inilah dunia. Dunia dipenuhi dengan orang ‘nyentrik’ yang bertingkah aneh-aneh.

Dalam PL Allah telah memberikan tanah Kanaan menjadi warisan bagi mereka. Setelah bangsa ini mendapatkannya, tanah itu masih dibagi-bagi lagi menjadi beberapa bagian untuk diwariskan pada suku-suku Israel.

Sebagai perbandingan,  banyak orang tanpa disadari bersikap seperti Suter. Kapan? Ketika  mereka menolak percaya kepada Kristus.

Rasul Paulus berkata, “…… di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima BAGIAN itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya” (Ef. 1:11). Kata bagian dalam terjemahan bahasa Inggris adalah inheritance (warisan). Bila demikian berarti Allah telah mewariskan banyak harta kekayaan kepada kita yang kita terima bersama-sama dengan Kristus. Namun, keputusan berada pada pihak manusia. Maukah mereka menerima ataukah sebaliknya. [rhb]

Tuhan memiliki rencana yang indah bagi manusia, namun sayangnya manusia tak memahami Tuhan