Comments are off for this post

WASPADA DAN SIAGA

“Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus sepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya” (Matius 26:75).

Pegolf terkenal, Arnold Palmer, mendapatkan pelajaran berarti tentang keyakinan yang berlebihan. Saat itu pada “hole terakhir” turnamen Master tahun 1961, ia telah unggul satu pukulan. Dengan penuh keyakinan akan menjuarai turnamen tersebut, ia berjalan menuju bola itu, seorang teman menghampirinya dan menyalaminya sambil berkata, “Selamat!” Palmer menyambut uluran tangannya dengan bangga. Ia berkata, “Begitu saya bersalaman, saya kehilangan fokus.”

Pada dua pukulan berikutnya, ia memukul bolanya dan masuk ke genangan pasir, lalu berikutnya tersangkut di pagar. Ia kehilangan kesempatan untuk menjuarai turnamen tersebut. Palmer berkata, “Anda tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Pengalaman ini dapat menjadi pelajaran yang tidak akan Anda ulangi lagi. Dan saya tidak lagi mengulangi kesalahan itu hingga 30 tahun.”

Terlalu yakin akan kemampuan dirinya dapat menjadi bumerang. Seperti Palmer, Petrus mengalami hal yang sama. Beberapa jam sebelum Petrus menyangkali Yesus, ia memberikan “jaminan” kepada Yesus, “….. Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak…. Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau” (Mat. 26:33, 35). Keyakian yang didasarkan kekuatannya sendiri itu membuahkan kegagalan yang memalukan ketika ia menyangkali Gurunya sendiri sampai tiga kali.

Janganlah ada di antara kita yang berani berkata bahwa kita mempunyai iman yang super atau rohani yang super. Kita menjadi pengikut Kristus bukan didasarkan oleh kekuatan kita sendiri, tetapi oleh kekuatan Allah. Paulus memperingatkan, “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh” (1 Kor. 10:12)! Dengan kata lain, Paulus bermaksud berkata agar kita waspada setiap hari, setiap jam, dan setiap detik. Sebab iblis itu seperti singa yang mengaum-aum – mencari kesempatan untuk menerkam mangsanya (1 Pet. 5:8). Lengah berarti maut!

Tanpa sadar kerap kali kita bermegah akan perbuatan kita. Berdoa itu wajib, mengikuti seminar itu baik; dan berpuasa itu dianjurkan. Tetapi, kalau kita bermegah karena perbuatan itu dan kita berkata, “Karena AKU berdoa. Karena AKU berpuasa. Karena AKU mengikuti seminar….., maka aku kuat”, berarti Anda terjebak dalam kesombongan dan pemegahan diri sendiri. Jangan fokuskan pada diri sendiri, tetapi fokuskan pada Allah. Dengan kata lain, meskipun kita berdoa seharian, kekuatan itu tetap datangnya dari Allah yang kita minta melalui doa-doa kita itu.[rhb]

Sikap waspada terhadap siapa dan apa saja adalah sikap bijak yang diperlukan setiap Kristen

Comments are closed.