Comments are off for this post

Wibawa Menegur

“Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata: “Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu” (Kisah 13:9, 10)

Takjub rasanya membaca kisah Paulus, yang dengan penuh keberanian menegur Elimas. Terasa sangat kasar, saat dia mengibaratkan Elimas sebagai anak Iblis. Dan yang lebih dahsyat lagi, ucapan Paulus sangat berkuasa, ketika dia memerintahkan Elimas untuk buta selama beberapa hari. Nubuatan Paulus seketika itu juga menjadi kenyataan. Kalau ada Hamba Tuhan se dahsyat itu zaman sekarang ini, siapa yang berani menentang titahnya?

Adakah Hamba Tuhan zaman sekarang ini, yang berani menegur orang yang melenceng dari jalan Tuhan sebagai “anak Iblis”? Wah…bisa-bisa bukannya orang yang ditegur bertobat. Bisa jadi dia malah mempidanakan si Hamba Tuhan dengan pasal melakukan perbuatan tidak menyenangkan, dan pasal penghinaan.

Tetapi pertanyaannya adalah, mengapa Paulus berani berkata seperti itu? Dan mengapa ucapan Paulus sangat berkuasa? Jawabannya begini, karena Paulus adalah pribadi yang penuh dengan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memampukan Paulus, untuk dengan “keberanian kudus”, menemplak dosa tanpa tedeng aling-aling. Jadi, dia menegur di dalam kuasa urapan Roh Kudus.

Mengapa Hamba Tuhan tidak berani menegur jemaat yang melenceng dari jalan Tuhan? Mungkin karena takut orangnya tersinggung dan sakit hati. Atau mungkin juga, takut orang yang ditegur lalu pindah gereja.

Saya hanya berandai-andai. Seandainya hamba Tuhan tersebut adalah pribadi yang sangat diurapi Tuhan, tentu tegurannya akan sangat powerful (penuh kuasa). Dan belum ditegur, orang yang melenceng dari jalan Tuhan itu, malah sudah ketakutan duluan. Sebab, takut dinubuatin yang tidak diharapkan oleh si pendosa.

Seandainya Hamba Tuhan yang menegur sangat diurapi Tuhan, betapa indahnya kehidupan berjemaat. Sebab semua jemaat lalu takut akan Tuhan dan senantiasa memperbaharui jalan-jalannya. Tidak ada lagi jemaat yang memberontak kepada pendetanya. Semua mereka menjadi pribadi yang patuh dan setia. Oh indahnya… (ns/rhb)

Teguran dari hamba Tuhan yang diurapi akan mendatangkan pertobatan.

 

Comments are closed.