they all love a thick rod.www.xxx-porn.center
Comments are off for this post

TERAPKAN KASIH

“Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka” (Markus 1:31).

Ada semacam lelucon di kalangan jemaat. Pada saat Yesus menyembuhkan mertua Simon atau Petrus, semua orang bersukacita, kecuali Simon. Lho, kenapa? Sebab mertuanya nggak jadi mati. Sebab sudah hal yang biasa bahwa mertua sama menantu tidak pernah akur.
Oke, mungkin lelucon ini dihembuskan oleh mereka yang sedang dalam konflik dengan mertua atau menantu. Tetapi, hubungan yang baik dengan semua orang amat diwajibkan.
Kesembuhan ibu mertua Simon ini diawali dengan kedatangan Yesus ke rumah Simon. Di sana ia bertemu dengan ibu mertua Simon yang sakit demam. Lukas menuturkan lebih jelas lagi mengenai penyakitnya, sebab ia adalah seorang dokter (Kol. 4:14). Lukas berkata bahwa ia terserang “demam berat” (puretoo – kata ini dipakai untuk membedakannya dengan demam biasa) (Luk. 4:39).
Dari pertemuan Yesus dengan mertua Simon di rumah Simon ini, kita dapat simpulkan bahwa Simon tinggal bersama dengan mertuanya.
Hubungan antara menantu dengan mertua yang baik dapat kita ambil dari kisah Rut dan Naomi. Rut yang telah ditinggal mati oleh suaminya bersikeras untuk mengikuti Naomi (Rut 1:16), ibu mertuanya. Justru karena Rut bersikeras mengikut Naomi itulah akhirnya ia bertemu dengan Boas yang kelak menjadi suaminya.
Secara khusus Alkitab menuliskan hubungan antar keluarga dan hubungan sosial  antara majikan dengan tuannya (Kol. 3:18-4:6). Tetapi disitu kan tidak disebutkan hubungan antara mertua dengan menantu? Yang penting di sini adalah kasih!
Saudara, jujur saja, kadang-kadang kita tidak bisa menerapkan prinsip kasih di rumah sendiri. Di lingkungan gereja sendiri kita berteriak paling keras untuk saling mengasihi. Bila pendeta bertanya di sela-sela khotbahnya, “Siapakah di antara Saudara yang mau hidup di dalam kasih?” Anda mengangkat tangan paling tinggi. Tetapi begitu sampai di rumah, Anda pasang wajah angker bila bertemu dengan mertua, ipar, atau siapa saja yang ada di rumah.
Kasih tidak hanya diterapkan di gereja, tetapi juga di rumah, kantor, atau di mana saja kita berada. Janganlah kita berbicara tentang kasih bila kita sendiri masih menyimpan kebencian kepada orang lain. Yesus berkata, bila Anda hendak mempersembahkan korban dan Anda belum berbaikan dengan saudaramu itu, kembalilah untuk berbaikan dahulu, setelah itu baru mempersembahkan korban. Kasih lebih penting daripada mempersembahkan korban!

Kasih adalah peredam kebencian.

Comments are closed.