2

Arthur Kaunang: Dipulihkan Untuk Pulihkan Keluarga Kristen Lainnya

KESAKSIAN,BETHANY.OR.ID – Setelah  keluarganya dipulihkan, suami isteri Arthur dan Julie Kaunang, nampak berupaya untuk membantu keluarga Kristen lainnya yang juga mengalami pemulihan. Hal itu tersirat dari ungkapan yang dinyatakannya saat memberi seminar pemulihan keluarga pada ibadah Wanita Bethany Indonesia di Hall Gereja Bethany Manyar Rejo Surabaya pada 6 Oktober 2012.

“Saya pernah mengalami hal buruk. Selama 29 tahun mengalami aniaya fisik dan batin. Bayangkan, Arthur pernah menginjak saya hingga  tulang saya patah. Karenanya, saya mendendam yang mendalam pada Arthur. Malahan ada pemikiran untuk membunuh dia waktu itu. Akan tetapi  kesemua niatan itu berubah ketika saya mengenal  Tuhan Yesus Kristus.” demikian Julie Astuty (56) di depan ratusan kaum wanita yang mengikuti seminar itu.

Apa yang disampaikan Julie itu diakui Arthur Kaunang, yang bersaksi terlebih dahulu, bahwa dulunya dia bertindak kejam terhadap isterinya. Dia mengakui, kehidupan   keluarganya berantakan karena dirinya.

Arthur Kaunang adalah salah satu personil grup band SAS yang populer pada era 80-an. Arthur sendiri terlahir dari keluarga pemusik. Ayahnya pemain piano dan juga pemain biola. Sejak berusia 5 tahun, dia sudah diperkenalkan pada musik oleh orang tuanya. Terutama piano klasik. Karenanya,  Arthur memiliki dasar  musik yang kuat. Namun demikian, sang ayah tidak mendukung karir Arthur di bidang musik.

Malahan, dia menginginkan Arthur menjadi pemain tennis profesional. Sebaliknya sang ibu, mendukung minat Arthur di bidang musik. Ketika duduk di bangku SMA di Surabaya, Arthur mulai menyukai jenis musik Rock n’ Roll yang pada zaman itu sedang populer di kalangan anak muda.

Pada Mei 1967, Arthur dan teman-temannya membentuk grup musik beraliran ‘hard rock’ dengan nama AKA.  Personilnya antara lain Ucok Harahap, Sonata Tandjung, Sjech Abidin dan Arthur Kaunang sendiri. Meskipun berada di Surabaya, akan tetapi Band AKA pada saat itu dikenal sebagai salah satu band papan atas Indonesia dan berhasil menelorkan kurang lebih 10 album. Bahkan band ini pernah menduduki tangga lagu-lagu yang paling digandrungi di Australia.

Namun pada tahun 1975, band asal kota Surabaya itu berganti nama menjadi SAS, karena Ucok Harahap bergabung denga grup band lainnya.

Pada Maret 1976, Arthur Kaunang yang lulusan sastra Inggris IKIP Negeri Surabaya itu menikah dengan gadis pujaannya yang dipacarinya sejak SMP,  ialah Julie Astuty. Hasil pernikahan yang dilakukan di gereja GPIB Maranatha Surabaya itu adalah dikaruniai 3 orang anak, yaitu Thessa Kaunang, Ganesy Kaunang dan Mecko Kaunang.

Namun gaya hidup Arthur dengan  popularitasnya tidak berubah, meskipun ia sudah menikah. Arthur masih saja mengencani wanita lain yang disukainya. Arthur berpetualang dari satu wanita ke wanita lain untuk memuaskan hidupnya.

Eksistensi SAS menemukan titik turun, ketika salah seorang personilnya, Sonata Tandjung, memutuskan untuk menjadi seorang hamba Tuhan. Sejak saat itulah, para personil SAS mulai berjalan dengan arah sendiri-sendiri. Ada yang bergabung dengan band lain, ada yang bersolo karier. Arthur sendiri bersolo karier diiringi Arthur Kaunang Band.

Meskipun  tidak mengeluarkan album, namun tawaran manggung tetap berdatangan. Bahkan sampai ke luar kota. Namun Arthur tidak mendapatkan kepuasan dalam kariernya. Karena apa yang dia dapatkan sewaktu dengan SAS, jauh lebih maksimal. Sementara itu, Arthur semakin terpuruk di dalam kebiasaannya mengencani banyak wanita. Bukan hanya begitu, malahan Arthur juga semakin terjerumus di dalam penggunaan narkoba.

Kebiasaan buruk Arthur berdampak pada keluarganya. Sang isterinya sudah biasa ditelepon wanita yang tidak dikenal dan mengaku sebagai ‘isteri’ Arthur dan sudah melahirkan anak Arthur. “Bu, nanti tolong kasih tahu pak Arthur yah, bahwa isterinya sudah melahirkan.”, begitulah ucapan di telepon yang kerap kali diterima Julie.
Keluarganya diambang kehancur-an,  Ganesy, anak sulungnya’ terjerumus dalam pengguna narkoba selama bertahun-tahun. Dalam hal keuangan, keluarga ini kian mengalami kesulitan.  Pada hal, ketiga anaknya saat itu sedang duduk di bangku sekolah dan kuliah yang tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar.

‘Sebagai seorang wanita, apa yang  diperbuat Arthur itu bagi saya sangat menyakitkan. Tapi saya berjuang demi anak-anak. Kalau tidak demi anak-anak, mungkin saya sudah minta cerai. Tapi saya pikir kembali, kalau kami bercerai, maka anak-anak akan menjadi korban. Saya sangat mencintai anak-anak. Saya tidak mau anak-anak saya broken home. Jadi saya putuskan, saya saja yang berkorban” begitu pengakuan Julie.

Bukan hanya tekanan batin yang dialami  Julie . Wanita itu  juga menerima kekerasan fisik dari suaminya. Kerap kali Arthur mendaratkan tangannya di wajah Julie dan memukulnya. Namun dia terus berdoa, agar Arthur menyadari perbuatannya dan kembali kepada keluarganya.

Doa Sang Istri
Tidak tanggung-tanggung.  Wanita itu berdoa selama 29 tahun! Sampailah akhirnya pada satu titik, yaitu Arthur bertobat dengan sesungguhnya.

“Saat itu saya percaya, bahwa suatu saat, meskipun saya tidak tahu kapan waktunya, Tuhan pasti akan memulihkan Arthur. Dan saya banyak sekali melihat, setiap kali Arthur melakukan perselingkuhan, ia selalu mengalami kecelakaan, musibah dan hal buruk lainnya. Setiap kali berdoa, saya minta hati yang bisa mengampuni Arthur, meskipun saya berkali-kali disakiti. Saya juga tidak pernah mengajari anak-anak untuk membenci ayahnya, meskipun mereka tahu apa yang dilakukan ayah mereka. Tuhan memberikan kekuatan kepadanya.”
Bulan Februari 2004 menjadi saat yang  penting bagi keluarga itu.

Doa Julie selama 28 tahun dijawab Tuhan. Akhirnya Arthur menemukan titik balik di dalam hidupnya setelah melalui sebuah peristiwa sehubungan dengan kebiasaannya berselingkuh. Arthur mengalami rasa takut dan seolah-olah tidak ada jalan keluar dalam kehdiupannya. Ia mengalami keputusasaan dan nyaris bunuh diri.

Akhirnya, suatu hari pada jam 3 pagi, dalam keadaan paling buruk, Arthur mengakui semua dosanya dengan mulutnya sendiri di hadapan isteri dan anak-anaknya. Dia berjanji untuk  bertobat dengan se- sungguhnya. Saat itu dia memohon dengan sangat, sampai-sampai bersujud menyembah isterinya untuk mendoakannya.

Sejak saat itulah,  Arthur memutuskan untuk hidup di dalam jalan dan rencana Tuhan Yesus. Dan mau bertekad untuk menjadi suami yang benar dan ayah yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.

Melangkah Melayani
April 2004 Arthur masuk Sekolah Pembentukan Karakter di Ungaran, Semarang. Tepatnya di Bukit Doa Getsemani. Di situlah  Arthur, lelaki yang tadinya sombong, sifiat keras dan tindakan yang kasar, serta berbagai kebiasaan gaya hidup lamanya, menjadi dikikis oleh kebenaran Firman Tuhan.
Arthur mengalami pemulihan demi pemulihan. Ketika Arthur mengalami perubahan hidup dan berfungsi sebagai kepala rumah tangga yang benar di hadapan Tuhan dan keluarganya, Ganesy Kaunang yang tadinya terjerat narkoba, mengalami kesembuhan dari keterikatannya dengan barang haram tersebut. Ganesy menyerahkan diri untuk menjadi hamba Tuhan.[sumber: tabloid Bethany edisi 178/wic]

Comments(2)

  1. Ellbiah says

    Propecia Langzeitnebenwirkungen Viagra Dure Combien De Temps cialis tablets for sale Vermox No Prescription

  2. Anonymous says

    Puji Tuhan … Ikut bersyukur…
    Saya waktu kecil nge fans dengan AKA dan SAS, malah pernah mendapat surat balasan dari Pak Arthur ..
    sampai sekarang saya sudah tua… masih saya simpan surat tersebut.
    Semoga Tuhan senantiasa mendampingi Bp Arthur dan Ibu Yuli berserta putra putri. Tuhan memberkati

Post a comment