16

Cinta Dalam Kehidupan Keluarga

BETHANY.OR.ID – Banyak  orang berkata, alangkah bahagianya orang yang mendapatkan cinta pertama dari pasangan hidupnya. Atau, ada juga yang menganggap,cinta pertama adalah segala-galanya, sehingga kalau pasangannya bukan cinta pertamanya, maka tak mungkin akan mendapatkan kebahagiaan.

Kalau demikian halnya, maka pertanyaannya ialah: Apakah sebenarnya yang disebut first love, atau cinta pertama, atau kasih mula-mula atau kasih awal itu?
Sebelum menjawab pertanyaan itu, kita perlu lebih dulu merenungkan beberapa pertanyaan di bawah ini.
Pernahkah anda mengalami jatuh cinta? Bagaimana rasanya jatuh cinta pertama kali? Apakah anda merasa sangat bergairah? Bersemangat? Ingat terus kepada si dia? Mau makan ingat dia, mau tidur ingat dia, mau melakukan apapun ingat dia? Rasanya ingin terus membicarakan dirinya? Ingin sekali ngobrol dengan dia? Rasanya, mau melakukan apapun demi dirinya? Apakah itu yang disebut “first love?”

Cinta sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang misterius. Keberadaannya sulit dijelaskan dengan rangkaian kata-kata. Beberapa kamus mendefinisikan beberapa macam pengertian tentang  first love. Namun bila disimpulkan, ada dua versi pengertian, yaitu:  “pengalaman pertama perasaan terhadap cinta romantik”  dan “orang pertama yang menjadi obyek cinta romantik”.

Lalu bagaimana menurut Alkitab? Dalam versi King James, kasih yang mula-mula ditulis dengan kata ‘first love’, yaitu kasih yang kita miliki dan dan kita rasakan ketika kita baru mengalami pertobatan atau kelahiran baru. Semua orang Kristen yang mengalami pertobatan sejati,  pasti akan mengalami kasih yang mula-mula ini.  Saat kita memiliki kasih mula-mula, kita begitu bersemangat dan berkobar-kobar untuk melayani Tuhan. Setiap saat rasanya begitu penuh sukacita dan ingin memuji Dia selalu. Kemanapun kita pergi, maka kita akan menyaksikan kebaikan dan kasih Tuhan kepada orang lain, tanpa ada rasa takut sama sekali. Kita ingin orang lain bisa merasakan kebahagiaan yang kita alami juga saat itu.

Kalau kita cermati, mungkin saja kasih mula-mula itu sudah pernah terjadi sebelumnya terhadap illah-illah lain, sebelum mereka bertobat. Namun saat bertobat dalam nama Tuhan Yesus Kristus, maka kasih mula-mula itu berpindah kepada Tuhan Yesus. Kasih inilah yang perlu terus dipupuk agar kasih kepada Tuhan tetap seperti saat pertama kali bertobat, yaitu saat mengalami first love.

Dalam Wahyu 2: 4  disebutkan: “ Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”.   Ayat ini ditujukan oleh Tuhan kepada jemaat di Efesus yang pada waktu itu sudah kehilangan kasih yang semula atau first love. Kalau kita membaca Wahyu 2:1-7, maka kita mengetahui, bahwa jemaat di Efesus ternyata adalah jemaat yang berjerih lelah dalam  pelayanan Tuhan, dan jemaat yang begitu tekun dan bersemangat melakukan pekerjaan Tuhan. Jemaat di Efesus merupakan jemaat yang cinta Tuhan dan rela berkorban. Mereka mencintai kebenaran dan mereka memiliki roh membedakan, sehingga mereka bisa menguji mana rasul/hamba Tuhan yang asli atau yang bukan. Mereka begitu giat dalam melayani Tuhan. Jemaat yang mereka gembalakan bisa jadi sangat berkembang, sehingga mereka begitu giat dan sibuk mengerjakan visi Tuhan.  Tetapi sekalipun demikian, Tuhan mencela mereka. Mengapa? Karena satu hal, yaitu jemaat di Efesus sudah kehilangan kasih yang mula-mula, dan Tuhan katakan itu adalah satu kejatuhan bahkan dikatakan kejatuhan yang sangat dalam (Wahyu 2 : 5a).

Kembali pada pokok bahasan, yakni tentang kasih mula-mula dalam keluarga. Kalau kita telaah lebih dalam, seperti yang sudah sering kita baca, kasih itu dibagi menjadi 3 kategori; yaitu (1) Eros atau amor (asmara, birahi), atau kasih antara laki-laki dan perempuan (2) Philia (kasih orang tua terhadap anaknya, keluarganya dan sesama manusia) dan, (3) Agape (kasih sejati, kasih manusia kepada Tuhan). Dari ketiga kategori kasih tersebut, kasih yang digunakan sebagai dasar untuk membentuk keluarga pada kebanyakan orang di dunia ini adalah kasih dalam arti eros atau amor, kasih antara laki-laki dan perempuan. Kasih eros atau amor didefinisikan oleh Sasse (1981), sebagai perasaan tertarik yang sangat kuat antara laki-laki dan perempuan, yang dibarengi dengan kelemah-lembutan, dan keinginan-keinginan seksual antar satu dengan yang lain. Sedangkan Hauck (1985) mengartikan, kasih eros sebagai perasaan yang kuat antara dua orang yang merasa dekat , saling merindukan, dan hanya menginginkan yang terbaik untuk orang  yang di kasihinya.  Kasih di sini mempunyai pengertian sebagai proses belajar dan berkembang untuk berkomunikasi dengan lawan jenis agar tercipta hubungan antar pribadi dan hubungan emosinal yang saling menguntungkan kedua belah pihak, tanpa melupakan norma-norma agama dan norma-norma sosial lainnya yang berlaku di masyarakat.

Kasih eros biasanya tumbuh atau berawal dari adanya pandangan pertama, berkembang menjadi hubungan yang akrab dan menjadi dasar dari sebuah pernikahan. Kasih eros dapat berawal dari pertemanan biasa yang kemudian saling tertarik satu sama lain. Dalam perkembangannya, keduanya diam-diam saling memperhatikan dan mempelajari, dan berusaha mencari persamaan-persamaan yang ada dalam diri masing-masing; mereka telah mulai mempertimbangkan reaksi-reaksi pasangannya. Setelah berjalan dalam rentang waktu yang dianggap cukup, mereka mulai membuat suatu komitmen untuk membentuk suatu hubungan keluarga sebagai suami-isteri. Memang, tidak semua kasih eros berakhir dengan pernikahan. Sebagian orang mengalami kasih eros lebih dari satu kali, kemudian baru memasuki jenjang pernikahan untuk membentuk suatu keluarga.

First love dalam pengertian yang pertama: “orang pertama yang menjadi obyek cinta romantik”, adalah cinta yang dialami oleh sepasang laki-laki dan perempuan, bersifat intensif dan sesaat. Ciri cinta ini adalah hubungan cinta yang berawal pada ketertarikan terhadap penampilan  fisik;  di mana pasangannya diperlakukan sebagai obyek, bukan subyek. Jenis cinta pertama yang demikian tidak akan kuat untuk menjadi dasar pembentukan suatu keluarga, karena orang yang mengalami cinta ini merasa, bahwa orang pertama yang dia cintai adalah segala-galanya, sehingga bila dia mendapatkan orang kedua atau ketiga sebagai pasangan hidupnya, dia merasa, bahwa itu tidak akan dapat membawa kebahagiaan. Meskipun begitu, cinta pada pandangan pertama cukup penting dalam membantu remaja belasan tahun belajar tentang sifat-sifat yang bermanfaat untuk membina hubungan yang lebih baik dengan lawan jenisnya, menguasai keterampilan berkomunikasi dengan lawan jenis, dan  belajar akrab dengan orang lain.

First love dalam pengertian yang kedua: “pengalaman pertama perasaan terhadap cinta romantik”, adalah suatu suasana psikologis, biologis dan spiritual yang dialami oleh seseorang yang sedang  jatuh cinta. Seluruh pikiran, perasaan, kemauan dan perilakunya dicurahkan untuk memenuhi kebutuhan orang yang dikasihinya. Ia berusaha menyenangkan orang yang dikasihi, mau belajar memahami nilai-nilai orang lain dan mengembangkan  nilai-nilai diri sendiri. Penampilan fisik bukan merupakan daya tarik yang utama, melainkan lebih mengutamakan kedewasaan pribadi. First love yang demikianlah yang dibutuhkan dalam hubungan keluarga (suami isteri). Daya tarik psikologis dan biologis dalam hubungan keluarga (suami-isteri) dimanifestasikan dalam bentuk dorongan seksual, komunikasi yang baik dan keintiman emosional. First love yang demikian dapat dibangun, dibina dan ditingkatkan, sehingga semakin hari cinta-kasih pada pasangannya (suami-isteri) semakin mendalam. Bila hal itu tercapai, maka bukan hal yang sulit untuk mempraktekkan kasih yang diuraikan dalam I Korintus 13:4-7, bahwa kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain (dendam), dan tidak bersukacita karena ketidakadilan.

Semoga kita bisa membangun, mempertahankan dan meningkatkan first love dalam hubungan keluarga (suami-isteri) yang sudah kita bangun dan diberkati Tuhan. Tuhan memberkati.   (*)

dr soetjipto profilArtikel ini ditulis Oleh: Pdm. Dr. Soetjipto, SpKJ (Diaken Gereja Bethany Nginden)
Dinas: Poliklinik Rumatan Metadon, Departemen Psikiatri, RSUD Dr. Soetomo/FK UNAIR.

Comments(16)

  1. Anonymous says

    D2iM5a https://www.genericpharmacydrug.com

  2. chouqin says

    you have an ideal weblog right here! would you prefer to make some invite posts on my blog?

  3. chouqin says

    Your home is valueble for me. Thanks!?

  4. chouqin says

    Youre so cool! I dont suppose Ive read anything like this before. So nice to search out any individual with some authentic ideas on this subject. realy thanks for beginning this up. this web site is something that’s wanted on the net, somebody with a bit originality. useful job for bringing one thing new to the internet!

  5. chouqin says

    The next time I read a weblog, I hope that it doesnt disappoint me as a lot as this one. I imply, I do know it was my option to learn, however I really thought youd have something fascinating to say. All I hear is a bunch of whining about something that you may repair in the event you werent too busy on the lookout for attention.

  6. chouqin says

    Aw, this was a really nice post. In concept I would like to put in writing like this additionally ?taking time and actual effort to make a very good article?however what can I say?I procrastinate alot and by no means seem to get one thing done.

  7. chouqin says

    After I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now every time a comment is added I get four emails with the same comment. Is there any manner you can remove me from that service? Thanks!

  8. chouqin says

    very good submit, i definitely love this web site, keep on it

  9. chouqin says

    Would you be serious about exchanging hyperlinks?

  10. chouqin says

    There is noticeably a bundle to know about this. I assume you made certain good points in features also.

  11. chouqin says

    WONDERFUL Post.thanks for share..more wait .. ?

  12. chouqin says

    That is the precise weblog for anyone who needs to find out about this topic. You understand so much its nearly hard to argue with you (not that I truly would want匟aHa). You positively put a brand new spin on a subject thats been written about for years. Nice stuff, just great!

  13. adidas nmd r1 says

    I precisely desired to appreciate you yet again. I am not sure the things that I could possibly have carried out without the entire tricks provided by you over such area of interest. It was the intimidating concern in my circumstances, but encountering a new skilled manner you resolved it forced me to jump with happiness. I will be happy for the assistance and as well , pray you are aware of a great job you have been putting in training people today via your web site. Most likely you haven’t met any of us.

  14. adidas nmd says

    I抎 have to verify with you here. Which isn’t one thing I normally do! I take pleasure in reading a post that may make individuals think. Additionally, thanks for permitting me to comment!

  15. yeezy boost 350 says

    Thanks so much for giving everyone an extremely marvellous chance to read from this website. It is often so great and also jam-packed with amusement for me and my office acquaintances to search your web site no less than thrice per week to learn the new issues you have. And lastly, I’m usually satisfied considering the sensational pointers you serve. Certain 1 ideas in this posting are easily the simplest I have had.

  16. mlb jerseys says

    I precisely needed to appreciate you again. I’m not certain what I would’ve achieved without those thoughts contributed by you relating to this field. It absolutely was a very frightful crisis in my position, however , looking at the very specialized tactic you treated the issue made me to jump for fulfillment. Now i am thankful for your help and then hope you really know what a powerful job you happen to be carrying out teaching the mediocre ones with the aid of your website. I am sure you’ve never encountered any of us.

Post a comment