Comments are off for this post

DIPELIHARA DALAM NAMANYA

“Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.”  (Yohanes  17:11)

Yeshua Hamashiah,demikianlah sebutan Ibrani untuk Tuhan Yesus Kristus pada masanya, dan nama itulah yang  paling menonjol dalam Perjanjian Baru.  Sebuah nama yang penuh dengan kuasa dan kharisma.  Semua orang pada saat itu sedang membicarakannya, ahli-ahli Taurat, orang Farisi dan Sadukipun juga memperbincangkanNya. Setiap tindak tandukNya menyatakan kemuliaan Tuhan. Hal itulah yang kerapkali membuat para pemuka agama menjadi iri hati kepadaNya.

Bukan sekedar ratusan, ribuan orang mencoba mendekati dan meminta pertolonganNya. Saat memberi makan 5000 orang (tercatat laki-laki saja), semua mata terbelalak dan terheran-heran. Yang sakit pun disembuhkannya, yang sedih diberikan penghiburan. Tak satupun yang membutuhkan pertolongan, lepas dari pandangan mata dan jamahanNya. Dia begitu penuh perhatian. Setiap detil masalah yang dihadapi umat, diselesaikanNya.

Dalam syafaatNya, tertuang pernyataan yang penuh belaskasihan, menyejukkan hati dan menenangkan jiwa, hal itu nyata pada kalimat, “peliharalah mereka dalam namaMu.” Sebuah pernyataan yang  menjamin hidup kita saat ini.
NamaNya patut disembah dan dimuliakan. Jangan pernah meragukan kuasa dalam namaNya, seperti yang dikatakanNya, “….dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” (Yohanes  14:13-14).

Hanya Satu nama yang sanggup menjamin hidup kita, yaitu Yesus Kristus. [aw/16]

Comments are closed.