Comments are off for this post

GEREJA YANG SEHAT

“…… Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:18, 19).

Anda tahu bagal (mule – persilangan keledai betina dengan kuda jantan)? Ia dikenal dengan pekerja keras – memikul beban, membajak ladang, menarik gerobak, dan mengangkut manusia. Tetapi hewan ini hanya tahu berkeringat dan bekerja dengan keras, tetapi tidak tahu cara bereproduksi, sebab hewan ini mandul alias tidak dapat menghasilkan keturunannya sendiri, kecuali dalam kasus yang ekstrim.

Seorang pendeta pernah berkata, “Gereja sekarang hanya menghasilkan generasi bagal. Mereka tahu bagaimana berkeringat dan bekerja dengan keras, tetapi tidak tahu cara bereproduksi.”

Ada  gereja yang hanya fokus dengan aktivitas dan kegiatan semata. Ada pelatihan paduan suara, pelatihan guru sekolah minggu, rapat diaken, belum lagi persekutuan keluarga, dsb. Setiap hari disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang kita sebut dengan “pelayanan”. Itu semua baik. Hanya saja, apakah kita telah melakukan tugas untuk bereproduksi? Apakah kita giat melakukan pekabaran Injil?

Dalam Amanat Agung  Tuhan Yesus memberikan perintah untuk pergi, yaitu mencari jiwa-jiwa dan menjadikan mereka murid Tuhan. Itulah  gereja yang sehat!

Apabila setiap gereja memahami Amanat Agung  dan melakukannya, tentunya tak ada lagi istilah “domba tercuri tetangga sebelah.”

Marilah kita membuka mata dan menyadari, bahwa penginjilan adalah tugas penting yang harus dilakukan. Sebab sampai dengan hari ini Tuhan masih memberikan kesempatan kepada dunia untuk bertobat.

Mari Kerjakan Amanat Agung  dengan sepenuh hati