Comments are off for this post

KaruniaNya Terlupakan?

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16)

Di budaya Barat, masa Natal merupakan saat untuk memberikan hadiah secara besar-besaran. Sebuah toko serbaada yang terkenal di dunia, setiap tahunnya menerbitkan sebuah katalog hadiah-hadiah yang mewah. Salah satu dari hadiah yang mewah itu adalah zeppelin senilai 10 juta dolar. Zeppelin adalah sebuah balon udara yang memiliki panjang 69 meter dan lebar 15 meter. Balon udara tersebut sanggup terbang selama 24 jam tanpa melakukan pengisian ulang bahan bakar.

Hadiah seperti itu memang tampak mewah bukan main-terutama apabila kita membandingkannya dengan palungan sederhana di mana Allah mengirimkan hadiah, yaitu Putra-Nya. Kerap kali, ketika kita saling bertukar hadiah, hadiah dari Allah itu pun menjadi terlupakan.

Kita dapat menghindari kealpaan ini dengan mengingat untuk memberikan sesuatu dari hati. Kita dapat diilhami oleh kasih dan rasa syukur, tidak hanya kepada orang-orang terkasih, tetapi juga terutama untuk Sang Pemberi Agung dari semua hadiah yang baik, yaitu Bapa surgawi kita.

Bahkan hadiah yang paling kecil dan paling murah pun dapat mengembalikan ingatan kita kepada kota Betlehem. Di kota kecil itulah Allah memberikan hadiah kasih-Nya yang tak ternilai kepada dunia, yaitu Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus (Yohanes 3:16). Bersama dengan setiap hadiah yang kita terima dan yang kita berikan, kita dapat mengucapkan kata-kata ini dari dalam hati, “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Korintus 9:15) [rhb]

Yesus Kristus adalah hal terpenting dalam Natal

Comments are closed.