Comments are off for this post

KEKUATAN YANG KITA BUTUHKAN

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13)

Paulus sedang berada di penjara ketika ia menulis bahwa ia tetap dapat merasa puas akan hidupnya, bagaimanapun keadaan yang sedang ia hadapi. Kedamaian dan sukacita di hatinya tetap sama, baik ia sedang kekurangan ataupun kelimpahan, baik ia sedang merasa lapar atau kenyang (Filipi 4:12). Bagaimana ia dapat menjadi pribadi yang seperti ini, ia menjelaskan: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (ayat 13).

Calvin Johnson mengalami kebenaran ayat yang sering dikutip ini. Ia dijatuhi hukuman seumur hidup meski ia salah dihukum karena perkosaan. Dalam ruang sidang ia mengatakan: “Allah adalah saksiku, aku telah dituduh meski tak bersalah .. Aku hanya bisa berdoa dalam nama Yesus Kristus agar kebenaran akhirnya akan dinyatakan.” Enam belas tahun kemudian, pada tahun 1999, tes DNA menyatakan dirinya tidak bersalah dan ia dibebaskan. Yang menakjubkan ialah, ia tidak merasa dendam terhadap wanita yang telah salah menuduhnya, terhadap juri yang menganggapnya bersalah, atau terhadap hakim yang menjatuhkan hukuman padanya. Saat dibebaskan, ia berkata: “Kepahitan hanya akan menghancurkan kita. Sekarang aku hanya butuh pekerjaan.”

Ya, itu benar. Yesus sang Juruselamat selalu berada bersama kita, dan akan memampukan kita untuk merasa puas, bagaimanapun keadaan kita. Karena Dia, kita dapat bersikap baik, bahkan terhadap orang yang telah memperlakukan kita dengan tidak adil. Karena kita mengasihi Dia, beriman kepada-Nya, dan bergantung kepada-Nya, Dia akan memberi kita kekuatan untuk melakukan hal yang tidak mungkin -HVL

BADAI KEHIDUPAN AKAN MEMBUKTIKAN
KEKUATAN JANGKAR HIDUP KITA

Comments are closed.