Comments are off for this post

Ketulusan

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
(Matius 10:16)

ADA beberapa definisi dari kata “tulus.” Pertama, sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci). Ketika anda menjadi pengikut Kristus, sudah seharusnya anda mengikut Tuhan dengan sepenuh hati (1 Raja-raja 8:61). Menjadikan Tuhan nomer satu dalam hidup anda. Mengikut Tuhan bukan dengan motivasi ingin mendapat berkat yang melimpah. Sehingga ketika suatu saat tidak ada berkat, Tuhan pun bisa ditinggalkan. Begitu juga ketika anda melakukan sesuatu untuk orang lain, lakukanlah itu dengan sukacita dan tidak dengan hati terpaksa. Bersikap ramah seorang terhadap yang lain (Efesus 4:32) dan hidup dalam kasih.

Kedua, jujur dan tidak pura-pura. Sekali seseorang berbohong, ia harus menutupinya dengan kebohongan kedua. Jadi untuk menghindari lebih baik mengatakan yang sebenarnya dan tidak berdusta kepada sesama (Imamat 19:11). Ketika anda berdagang, gunakanlah cara-cara yang berkenan kepada Tuhan. Tidak mengambil apa yang bukan menjadi hak anda.

Jujur juga dapat diartikan berterus terang. Jika ada sikap maupun perkataan seseorang yang tidak anda sukai, hendaklah anda menasihati, bukan membicarakan dibelakangnya (Imamat 19:17). Namun ketulusan juga harus diimbangi dengan kecerdikan. Mintalah hikmat Tuhan agar anda mampu bertindak tulus sekaligus cerdik sehingga kebaikan hati Anda tidak dimanfaatkan oleh orang lain. [ssn/rhb]

 

Tulus membawa keteduhan, cerdik membawa kemenangan.