Comments are off for this post

Kompromi Dengan Nafsu?

“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”  (1 Korintus 9: 27)

Ada beberapa kata yang menggambarkan masyarakat sekitar kita, diantaranya materialistis, sensual, tidak sabar, sabar, tidak disiplin.  Ini hanya beberapa! Terkadang tanpa sadar  hal  tersebut mempengaruhi dan juga ada pada kita. Setan terus menggoda agar seseorang menikmati kepuasan sesaat sambil berjanji, bahwa memanjakan selera kita akan memberi kepuasan.

Selera di dalam diri manusia tidak berdosa, sebab itu salah satu yang diberikan Tuhan. Namun, karena kita adalah manusia, kita tidak boleh mengumbar selara/ nafsu. Ketika selera/nafsu kita memiliki otoritas penuh, kita bisa dalam masalah.

Rasul Paulus menyamakan kehidupan Kristen dengan kehidupan para atlet yang begitu terfokus untuk memenangkan perlombaan. Sehingga mereka mengabdikan setiap aspek kehidupan mereka untuk tujuan itu.

Itulah mengapa kita dipanggil untuk hidup sesuai dengan kebenaranNya. Namun kita tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya dengan kekuatan kita sendiri. Untuk alasan ini, kita perlu mengandalkan Roh Kudus di dalam kita. Jika kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya dan menaati, Dia akan menjadi kekuatan kita, dan kita dapat mengatakan tidak ketika keinginan daging merasa sangat kuat (Gal. 5:16).

Ketika musuh menggoda kita, dia mencoba untuk tetap memperhatikan keinginan dan  kesenangan kita.  Jika hal itu terjadi. Cukup ingatkan diri Anda, seberapa cepat kepuasan segera berkurang dan berapa lama kekekalan berlangsung.?

Comments are closed.