Comments are off for this post

Patut diperhatikan:Makna Berdoa Bagi Orang Kristen

BETHANY.OR.ID – Salah satu hak terbesar yang dianugerahkan Tuhan kepada kita sebagai para anakNya, adalah hak untuk berdoa. Itu lebih dari sekadar berbincang dengan Tuhan, akan tetapi doa mempunyai begitu banyak makna dan tujuan. Beberapa di antaranya adalah:

Ketika berdoa, kita diarahkan kembali kepada kehendak Tuhan. Sewaktu bangsa Israel bersiap memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan, mereka mengirimkan 12 pengintai. Sepuluh pengintai mengecilkan hati seluruh umat, tetapi Kaleb dan Yosua justru membesarkan hati mereka. Mereka melihat Tuhan, sehingga hal itu tidak menjadi masalah. Kata mereka: “Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu . . . . Tuhan menyertai kita, janganlah takut kepada mereka.” (Bilangan 14:8-9). Jika kita tidak berdoa, kita hanya melihat manusia dan situasi.  Tetapi apabila berdoa, kita melihat Tuhan. Itu sebabnya lewat doa, seringkali Tuhan membelokkan kembali langkah hidup kita agar searah dengan kehendakNya.

Ketika berdoa, kita memperoleh kekuatan dan hikmat yang kita butuhkan untuk dapat melakukan kehendak Tuhan. Ada kalanya Musa menjadi terlalu letih memimpin bangsanya yang memang tegar tengkuk itu. Keluhannya: “Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.” (Bilangan 11:14) Setelah berdoa, Tuhan menjawab dan menyediakan jalan keluar bagi Musa, yakni memintanya mengangkat 70 orang tetua untuk membantunya dan menyediakan daging sesuai dengan permintaan mereka. Kita mesti menyadari, bahwa pergumulan kita bukan hanya melawan keletihan jasmaniah, tetapi juga keletihan rohaniah. Melalui doa, maka Tuhan memberi kita kekuatan untuk kembali melangkah. Melalui doa, Ia kerap membukakan mata kita, sehingga kita dapat melihat kehendakNya dengan lebih jelas.

Ketika berdoa, kita membawa kehadiran Allah di dalam hidup kita. Melalui doa kita memasuki hadirat Allah. Itu sebabnya, apabila kita menjadi anak Tuhan yang senantiasa berdoa, maka kita akan senantiasa berada dalam hadirat Allah. Sewaktu Musa berbicara dengan Tuhan, sinar kemuliaan Tuhan turun atasnya, sebagaimana dicatat di Keluaran 34:29: “Ketika Musa turun dari gunung Sinai . . . tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan.” Lewat doalah kita bertatapan muka dengan Tuhan. Tidak heran bila kita banyak berdoa, kuasa dan kemuliaan Tuhan pun menyertai kita.

Ketika kita berdoa bagi orang lain, kita akan lebih menyadari kebutuhan mereka. Sewaktu Musa berada di atas gunung, orang Israel membuat patung anak lembu emas untuk disembah. Tuhan marah dan ingin memusnahkan mereka, tetapi Musa menghalangi niat Tuhan. Kepada bangsanya, Musa berkata: “Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap Tuhan, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu.” (Keluaran 32:30). Musa selalu memohon belas kasihan Tuhan atas kesalahan bangsanya, sebab dia menyadari kelemahan mereka. Bila kita berdoa bagi seseorang, kita akan diingatkan akan kebutuhannya. Tatkala kita mengingat kebutuhannya, kita pun akan memikirkan dan mempedulikannya.

Ketika berdoa untuk pelayanan yang kita lakukan, kita mengundang berkat Tuhan untuk turun atas pekerjaanNya. Tuhan Yesus sendiri memberi contoh untuk berdoa. Kendati Ia Putra Allah, namun sebagai manusia biasa Ia memerlukan berkat Allah Bapa atas pekerjaanNya. Kita berdoa sebab kita tahu, bahwa kita hanyalah alat di tangan Tuhan. Sesungguhnya Ia sendirilah yang tengah melakukan karyaNya. Di dalam salah satu percakapan antara Tuhan dan Musa, Ia berjanji kepada hambaNya: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” (Keluaran 33:14). Jauh sebelum Musa menyelesaikan tugasnya, ia telah mendapat kepastian berkat Tuhan atas pekerjaan yang diembannya. Tuhan akan membimbingnya dan memberinya istirahat. Semua akan terlaksana dan selesai! (wic)