Comments are off for this post

Pdt. Andreas Ongkowijojo: Layani Tuhan Diusia Baya

KESAKSIAN,BETHANY.OR.ID-Memulai pelayanan di Gereja Bethany Indonesia Nginden pada tahun 1999, waktu itu Gereja Bethany Indonesia – Nginden masih dalam tahap pembangunan. Bergabung didalam pelayanan Pernikahan. Sebelum masuk menjadi hamba Tuhan bapak Andreas Ongkowijojo minta tanda kepada Tuhan Yesus, bagaimana harus melangkah dalam pelayanan yang akan di gelutinya. Tanda Pertama : Dukungan Keluarga, kerinduan saya jika saya masuk dalam pelayanan maka dukungan keluarga mutlak harus saya dapatkan. Tanpa dukungan keluarga kita tidak akan pernah berhasil. Tidak hanya isteri dan ketiga anak saya yang mendukung tetapi seluruh keluarga besar saya pun mendukung pelayanan saya. Inilah tanda pertama yang Tuhan Yesus berikan kepada saya untuk terus maju dalam pelayanan yang Tuhan Yesus percayakan kepada saya. Juga rekan-rekan pelayanan yang ada di daerah Siwalankerto. Tanda kedua : Ijin dari Gembala Sidang, Pdt. Abraham Alex Tanuseputra, waktu membantu didalam pelayanan Pernikahan saya langsung ditunjuk oleh bapak Pdt. Abraham Alex Tanuseputra untuk terjun dalam pelayanan sepenuh waktu, dan penunjukkan itu dua kali. Tanpa saya pikir panjang lagi, sebab ini sudah dua kali saya diberikan tanda secara langsung oleh bapak Pdt. Abraham Alex Tanuseputra langsung, dan ini membuat hati saya semakin mantap dalam menjalani panggilan pelayanan. Tanda ketiga : Ada Pekerjaan yang sesuai dengan panggilan pelayanan, kerinduan saya untuk masuk sebagai full timer juga harus diikuti sebuah pekerjaan yang sesuai dengan panggilan yang Tuhan Yesus berikan kepada saya. Dan benar pekerjaan pelayanan yang saya terima dibagian kematian. Waktu usia dua sembilan tahun saya sering kali pergi ke ADIJASA yang waktu itu baru dibuka. Saya melihat dari anggota Gereja dan famili serta kerabat lain yang telah dipanggil meratap luar biasa saat acara tutup peti. Berbeda dengan sekarang seperti didalam Mat. 24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Kerinduan saya untuk dapat menghibur mereka yang masih hidup. Pada akhirnya setelah usia empat puluh sembilan tahun saya baru bisa menggenapi panggilan Tuhan di pelayanan kematian. Delapan tahun sudah saya mengabdi pada pelayanan kematian di Gereja Bethany Indonesia – Nginden.

Suka dan Duka di Pelayanan Kematian

Dalam pelayanan pun ada suka dan dukanya, salah satu sukanya adalah melayani orang yang dalam satu keluarga belum mengenal Kristus hanya ibunya saja, tetapi setelah kami layani mereka mau percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi setelah beberapa hari dari pemakaman, mereka mau untuk dibaptis. Ini merupakan suka yang tidak bisa diukur, dari pelayanan kematian menuju pada kehidupan kekal didalam Kristus Yesus Tuhan. Dan juga ada dukanya, banyak orang Kristen yang masih memegang adapt tentang kematian yang diperingati 3 harinya, 40 harinya, dan 100 harinya bahkan ada yang memperingati tiap tahunnya, padahal kita harus menghibur yang ditinggal-kannya, sebab yang sudah mati didalam Kristus sudah bersama-sama dengan-Nya di firdaus. Untuk merubah cara pandang dan pola berfikir inilah yang sulit untuk di lakukan. Tetapi saya sukacita atas apa yang saya bisa kerjakan untuk memberikan penghiburan dan sekaligus membawa mereka yang belum mengenal siapa Tuhan Yesus Kristus itu ? sebab hanya didalam DIA lah ada keselamatan dan kehidupan yang kekal.

Memulai Penggembalaan

Pada tahun 2003 tepatnya pada bulan September, Tuhan Yesus percayakan kepada saya untuk memulai penggembalaan jemaat di Kendang Sari. Ada banyak tantangan dan rintangan sebelum sampai ke Kendang Sari. Mulai dari Siwalankerto, Margorejo dan akhirnya yang terbaik Tuhan Yesus berikan kepada saya. Saya yakin dan percaya bahwa Allah itu turut bekerja bersama dengan saya sampai dengan hari ini. Nanti pada tanggal 7 September 2007 merupakan genap empat tahun saya menggembalakan jemaat di Kendang Sari.
Kalau menoleh kebelakang dengan apa yang telah Tuhan Yesus berikan kepada saya atas perijinan Gereja Bethany Indonesia – Jemaat Kendang Sari ini sungguh suatu keajaiban dan mujizat saja. Bagaimana tidak ?, perijinan belum turun padahal kurang satu minggu, ijin ditolak oleh ketua RT setempat. Sekali lagi karena kemurahan Allah Bapa saja, kami semua dapat melampaui ini sampai pada tahun yang keempat. Allah kita itu sungguh luar biasa, DIA benar-benar Allah yang hidup, dan yang tidak pernah mempermalukan kita sebagai anak-anakNya. Allah Bapa telah memberikan yang terbaik bagi saya, maka kewajiban saya pun memberikan yang terbaik bagi hormat dan kemuliaan Allah Bapa didalam Yesus Tuhan. (js-tb/tab.bethany-164/sgbi)