No comments yet

Pdt. Zakharia Freddy Riva:Kesempatan Bertobat dan Menerima Janji Allah

BETHANY.OR.ID-Kedatangan Tuhan Yesus yang pertama membawa misi dari Allah Bapa untuk menyelamatkan dan menebus manusia dari dosa. Kedatangan-Nya yang pertama adalah membawa keselamatan, sedangkan kedatangan-Nya yang kedua menjadi Hakim yang mengadili dan akan menyeleksi orang-orang. Mengapa Paskah itu terjadi?, dan mengapa Paskah didalam Perjanjian Baru lebih ditekankan kepada korban Tuhan Yesus ?, jika kita tinjau dari kitab Keluaran Paskah adalah sebuah perayaan kemenangan. Tetapi kalau di kitab Perjanjian Baru kemenangan ditekankan melalui korban Yesus diatas salib untuk menebus kita, disinilah ada muatan visi Allah Bapa dalam Yesus.

Kitab Roma 3:23 mengatakan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Kalau kita menengok sedikit ke belakang yaitu pada kitab Kejadian, maka ada suatu pertanyaan, mengapa Adam dan Hawa diusir keluar dari taman Eden? Sebetulnya Allah Bapa kita itu bukan sadis, melainkan supaya mereka tidak menjamah buah Al–Hayat dan melakukan dosa kekal lalu mati untuk  selamanya.

Diusir keluar ini adalah kesempatan, dalam pengertian kronos yang bisa dipahami sebagai kesempatan untuk menentukan hidup. Seperti didalam Kitab Kejadian,  Adam dan Hawa masih diberi kesempatan oleh Tuhan, saat sadar telanjang Tuhan memberi mereka penutup aurat dari kulit domba bukan dari kulit pohon, dan ini artinya ada pengorbanan.

Kesempatan bagi kita semakin nyata tatkala Yesus Kristus menebus kita di kayu salib. Tuhan Yesus mengosongkan diri-Nya sendiri (kenosis), dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dikatakan juga “genosis” yaitu mengambil rupa manusia (Allah menjadi manusia) apalagi dengan status hamba, ini lebih hina lagi dan lebih lagi hukuman-nya melebihi penjahat yang tidak bisa diampuni.

Oleh sebab itu dalam kesempatan ini kita memperoleh “Kairos.” Di dalam  “Kairos” ada muatan kasih karunia bukan sekedar kesempatan tetapi bagaimana seseorang bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya. Didalam Roma 8:32 ditulis:  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
Dan yang berikutnya adalah “Prostuneos,” cepat atau lambat janji-janji Allah akan digenapi dalam hidup kita, yang penting harus ada persekutuan antara kita dan Bapa di sorga. (Sumber:tab.bethany.ed.162/js-tb/wic)

Post a comment