Comments are off for this post

Rumah Doa

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ”Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”(Lukas 19:45-46)

 

KISAH yang kita baca hari ini bukanlah sebuah kisah yang asing bagi setiap orang Kristen. Sebuah peristiwa dimana Yesus mendapati pelataran Bait Allah dijadikan arena perdagangan, lalu Dia sangat marah karena  hal tersebut.

Pada masa Perjanjian Baru, Tuhan Yesus dan juga Para Rasul menyatakan, bahwa yang disebut Bait Allah itu bukanlah bentuk bagunan fisik, melainkan  tubuh setiap orang percaya, sebagaimana dinyatakan dalam Surat 1 Korintus 6:19 “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”

Karena disebut sebagai Bait Roh Kudus, berarti hidup kita haruslah kudus, jika tidak, bukan lagi Bait Roh Kudus namanya. Itu sebabnya ketika kehidupan kita tidak sesuai dengan kebenaran Allah, hal tersebut sangat mendukakan Roh Kudus. Dia menghendaki setiap kita hidup bersih dan tidak bercacat cela dihadapanNya.

Mungkin kita berkata, “Bagaimana mungkin di jaman sekarang kita bisa hidup bersih. Dan kalau hidup bersih, bagaimana kita bisa untung dan cepat maju? Ingatlah, sesuatu yang cepat didapat cepat pula hilangnya (Amsal 13:11). Berlakulah bersih di mata Allah, dan biarkan Dia menuntun hidup kita, walaupun nampaknya penghasilan kita dapat lebih sedikit, namun hal itu berkenan kepada TUHAN, dan  yakinlah bahwa saudara tidak akan pernah berkekurangan. [ap/rhb]

 

  Hiduplah sebagai bait Allah yang bersih dan berkenan.

Comments are closed.