No comments yet

Tertipu

“Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut” (Amsal 1:10).

Ada sebuah anekdot yang cukup populer beredar di masyarakat. Kisahnya begini:
Seorang ibu mendatangi penjual mangga. “Pak, mangga apa ini?”
“Oh, ini mangga istimewa, namanya mangga gadung. Asli dari Probolinggo, Jawa Timur. Dulu, waktu Pak Clinton ke Probolinggo, wah dengan lahap beliau menyantap mangga ini. Waktu itu saya lho yang membantu mengupaskannya,” katanya dengan bangga, “Dan konon begitu sampai di Amerika beliau menelepon duta besarnya di Indonesia supaya mengirimi mangga ini lagi.”

Dengan tertarik ibu itu bertanya, “Pak, apa manis rasanya?”
“Kalau bicara mengenai rasa, mangga ini tidak ada tandingannya,” kata si penjual mangga dengan membusungkan dadanya.
“Kalau begitu saya beli 2 kg.”
Akhirnya ibu ini membeli 2 kg mangga dan membawanya pulang. Begitu sampai di rumah, ibu ini segera mencari pisau dan mengupasnya, kayaknya sudah tidak sabar lagi untuk mencicipi buah yang membuat Clinton ketagihan (menurut kata abang penjual mangga). Baru menyentuh ujung lidahnya, tiba-tiba ibu ini menyeringai. “Masam betul mangga ini.”

Dengan penasaran ia cicipi mangga lainnya. Sama. Akhirnya semua mangga dicicipi, kesimpulannya sama, masam!
Dengan geram ia kembali kepada abang penjual mangga.
“Pak, Bapak telah berbohong kepada saya. Mangga apa ini? Katanya manis, tapi kenyataannya kok masam bukan main,” kata ibu ini dengan wajah sedikit memerah, menahan marah.

“Sabar Bu. Baru 2 kg saja sudah mencak-mencak. Saya kena 2 truk mangga masam nggak bisa ngomong apa-apa,” jawabnya dengan kalem.
Saudara, mengapa banyak perusahaan menganggarkan uang berjuta-juta banyaknya hanya untuk sebuah iklan? Mengapa? Sebab dengan menampilkan produknya pada sebuah media, dengan mudah mereka dapat membujuk konsumen untuk membeli barang tersebut. Lihat saja produk-produk komersial yang ditayangkan di televisi yang laris bak kacang goreng, meskipun produk yang ditawarkan belum tentu sesuai dengan iklannya. Yang penting, pembeli terbujuk dan mengeluarkan uang dari dompetnya untuk membeli barang itu.

Alkitab mencatat banyak orang pilihan Allah terbujuk oleh dosa. Adam dan Hawa terbujuk oleh ular. Simson terbujuk oleh Delila. Yudas terbujuk oleh setan. Dan masih banyak lagi yang lainnya.[rhb]

Orang yang baru sadar setelah tertipu adalah orang bodoh.

 

Comments are closed.